RSUD dr Loekmono Hadi Gelar Jalan Sehat, Ajak Serta Para Pasien Psikiatri

oleh

Kudus, isknews.com – Jelang HUT Kemerdekaan RI ke 74 RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menggelar berbagai even yang akan menyemarakkan peringatan tersebut, salah satunya adalah jalan sehat yang diikuti oleh sejumlah staf dan karyawan, tenaga medis serta pasien Rumah Sakit tersebut.

Direktur RSUD Kudus dr Aziz Achyar, saat mebuka acara jalan sehat RSUD dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 (Foto: YM)

Dibuka oleh Direktur RSUD Kudus dr Aziz Achyar, perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya milik masyarakat umum saja. Namun, pasien psikiatri juga bisa ikut merayakan momen bersejarah tersebut. Seperti yang terlihat dalam kemeriahan perayaan HUT RI ke-74 di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus pada Kamis (15/8).

Dalam kegiatan itu, belasan pasien psikiatri diajak ikut andil memeriahkan sejumlah lomba. Seperti lomba makan kerupuk, memasukan pensil kedalam botol dan goyang balon bersama para staff, tenaga medis dan jajaran menejemen RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Psikiatri adalah cabang khusus dari kesehatan yang melibatkan pemahaman, penilaian, diagnosis, perawatan, serta pencegahan gangguan kejiwaan. Gangguan kejiwaan, di sisi lain, merupakan penyakit dengan efek yang merusak kemampuan pengelolaan emosi, kognitif, sosial, dan perilaku seseorang.

TRENDING :  Puncak Tradisi Kupatan di Kesambi Gelar Dangdut dan Praon

Tanpa rasa canggung, mereka membaur bersama, menciptakan susasana perayaan kemerdekaan yang semarak. Gelak tawa dan antusiasme tergambar jelas dari wajah mereka dalam mengikuti setiap kegiatan.

Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar, mengatakan perayaan kemerdekaan adalah milik setiap warga Indonesia. Termasuk para pasien psikiatri.

Ditegaskannya, Keikutsertaan pasien psikiatri dalam kegiatan ini menjadi bagian terapi okupasi yang menjadi bagian progam Strategi Menurunkan Angka Reatmisi Pasien Psikiatri (Semarpatri) yang diusung sebagai inovasi rumah sakitnya.

Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar, mengatakan perayaan kemerdekaan adalah milik setiap warga Indonesia termasuk para pasien psikiatri dan pengunjung rumah sakit. Keikutsertaan pasien psikiatri dalam kegiatan ini menjadi bagian terapi okupasi yang menjadi bagian progam Strategi Menurunkan Angka Reatmisi Pasien Psikiatri (Semarpatri).

TRENDING :  Siswa Baru Merosot, 20 SD Terpaksa Diregrouping

Dia menjelaskan, rangkain peringatan HUT RI di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus telah dimulai sejak tanggal 6 Agustus lalu, dengan kegiatan lomba karoke dan pidato marketing rs . Kemudian dilanjutkan dengan icon cuci tangan, lomba kebersihan kerapian dan keindahan ruangan (K3)

“Untuk hari ini acara puncaknya. Dimana kita libatkan seluruh staf, tenaga medis, jajaran menejemen dan sejumlah pasien dari masing-masing ruangan. Termasuk pasien psikiatri,” tegasnya.

Adapun jalur jalan sehat dimulai dari Jalan dr. Loekmono Hadi menuju Jalan Ramelan hingga Alun-alun Simpang 7, dilanjutkan ke Jalan Ahmad Yani dan berakhir di RSUD Kudus.

Dikatakan Direktur RSUD Kudus tersebut, perayaan hari proklamasi Indonesian tidak berhenti sampai disitu saja. Pihaknya juga akan menggelar lomba administrasi rekam medis, dan ditutup dengan upacara.

TRENDING :  Warga Ucapkan Terima kasih Telah Dibuatkan Jamban Oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa

Terkait keikutsertaan pasien gangguan jiwa dalam rangkaian kegiatan itu, Abdul Aziz Achyar menegaskan mereka merupakan pasien pilihan dan tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan. Sehingga pihaknya memastikan terjaga keamanannya.

“Di RSUD Kudus, kami juga menjalankan progam Gathering Family Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui Semarpatri yang telah masuk ke dalam TOP 99 inovasi pelayanan publik se-Indonesia. Salah satu bentuknya adalah terapi okupasi seperti yang dilakukan hari ini dan elektronik kontrol pasien psikiatri (ekotri) yakni pemantauan konsumsi obat dan kontrol pada pasien gangguan jiwa yg telah pulsng melalui media elektronik,” jelasnya.

“Dengan melibatkan pasien dalam kegiatan-kegiatan semacam ini. Ditambah dengan peran aktif keluarga dalam proses penyembuhan, diharapkan pasien dapat hidup mandiri dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari layaknya orang normal.” tandas Achyar. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :