KUDUS, ISKNEWS.COM — KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin terbalik dan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu dini hari (13/9/2026).
Musibah tersebut terjadi saat kapal menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Informasi tenggelamnya kapal mulai diterima keluarga warga Kudus pada Minggu pagi.
Hingga Rabu (16/9/2026), sejumlah keluarga masih menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarganya yang diduga berada di atas kapal tersebut.
Sedikitnya empat warga Kudus disebut diduga berada dalam pelayaran tersebut. Dua di antaranya telah diketahui identitasnya, yakni Yusuf (37), warga Desa Prambatan, Kecamatan Kaliwungu, dan Adam (20), warga Demangan, Kecamatan Kota.
Yusuf diketahui berprofesi sebagai sopir truk, sedangkan Adam merupakan kernetnya.
Keduanya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Jumat (11/9) pagi dengan membawa truk ekspedisi tujuan Banjarmasin.
Adik ipar Yusuf, Ilmie, mengatakan informasi mengenai tenggelamnya kapal pertama kali diterima keluarga dari teman Yusuf yang berada di Banjarmasin.
Telepon tersebut diterima sekitar pukul 02.00 WIB pada Minggu pagi.
“Suami saya ditelepon temannya yang ada di Banjarmasin, bilang kalau kapal kakaknya tenggelam. Sekitar jam dua Minggu pagi,” kata Ilmie.
Menurut Ilmie, informasi kembali diterima keluarga sekitar pukul 07.00 WIB. Sejak saat itu keluarga berupaya mencari informasi mengenai kondisi Yusuf dan Adam melalui berbagai sumber.
Selain Yusuf dan Adam, Ilmie menyebut terdapat dua warga Kudus lainnya yang diduga ikut berada di kapal tersebut. Keduanya disebut merupakan pasangan sopir dan kernet asal Kecamatan Jekulo yang juga membawa truk menuju Banjarmasin.
Namun, hingga kini identitas lengkap maupun kondisi keempat warga Kudus tersebut belum dapat dipastikan. Keluarga masih menunggu informasi resmi dari pihak yang menangani proses pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8.
Bupati Kudus Samani Intakhoris mengatakan dirinya belum menerima informasi resmi dari instansi terkait mengenai keberadaan warga Kudus yang diduga berada di kapal tersebut.
“Kalau saya belum dapat data informasi resmi, jadi saya belum berani ngomong apa-apa. Tapi kalau memang benar, saya ikut berdukacita. Semoga selamat dan ditemukan nanti dalam keadaan selamat,” ujar Samani. (YM/YM)










