Sampai Awal Maret 2017, Angka Kematian Ibu di Kudus Capai 7 orang

oleh -588 Dilihat

Kudus, isknews.com – Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate) adalah Jumlah kematian ibu akibat dari proses kehamilan, persalinan dan paska persalinan per 100.000 kelahiran hidup pada masa tertentu.

Angka kematian Ibu (AKI) mencerminkan resiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan sampai dengan pasca persalinan yang dipengaruhi oleh status gizi ibu, keadaan sosial ekonomi, keadaan kesehatan yang kurang baik menjelang kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetri.

Sampai Awal Maret 2017, Angka Kematian Ibu di Kudus Capai 7 orang

“Tingginya angka kematian ibu menunjukkan keadaan sosial ekonomi yang rendah dan fasilitas pelayanan kesehatan , termasuk pelayanan prenatal dan obstetri yang rendah pula, Jelas Rudi, Sekretaris Dinas Kesehatan Kudus, saat memberikan materi presentasi dalam kegiatan sosialisasi dana desa untuk anggaran beberapa waktu lalu, Senin (10/4/2017).

Dirinya menjelaskan, Faktor determinan yang berpengaruh pada kematian ibu tidak dapat dilihat dari penyakit atau kasus yang terjadi saat itu, tetapi harus dilihat faktor lain yang mempengaruhi kejadian itu, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dari hasil data tahun 2016, angka kematian ibu di jawa tengah sampai 31 Desember berjumlah 602, sementara kabupaten Kudus menduduki urutan ke 15 dengan AKI (angka kematian ibu) berjumlah 16 orang. Sedangkan sampai Awal Maret 2017, Angka Kematian Ibu sudah mencapai 7 orang.

Rudi memaparkan, Penyebab kematian ibu di Kabupaten Kudus, 50 % merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang terdiri dari 38 % penyakit Hipertensi dalam Kehamilan, dan 12 % penyakit peredaran darah ( Jantung, stroke).
12 % penyebab kematian adalah karena perdarahan, selanjutnya 19 % karena Infeksi dan Lain- lain

“Kematian ibu adalah kematian wanita dalam masa kehamilan, persalinan dan dalam masa 42 hari (6 minggu) setelah berakhirnya kehamilan tanpa memandang usia kehamilan maupun tempat melekatnya janin, oleh sebab apa pun yang berkaitan dengan atau diperberat oleh kehamilan atau pengelolaannya, bukan akibat kecelakaan.” Jelasnya

Rudi menambahkan, Kematian ibu dikelompokkan menjadi dua (2), yaitu kematian sebagai akibat langsung kasus kebidanan dan yang kedua, kematian sebagai akibat tidak langsung kasus kebidanan yang disebabkan penyakit yang sudah ada sebelumnya, atau penyakit yang timbul selama kehamilan dan bukan akibat langsung kasus kebidanan, tetapi diperberat oleh pengaruh fisiologi kehamilan. (AJ/isknews.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.