Satu Tahanan Kejari Kudus Dinyatakan Positif Covid-19

oleh

Kudus, isknews.com – Satu orang tahanan di Kejaksaan Negeri Kudus dinyatakan positif covid-19. Tahanan yang adalah terpidana kasus perjudian ini diketahui terkonfirmasi Covid-19 saat akan dibawa ke Rutan Kelas II B Kudus, karena kasusnya sudah dinyatakan inkrah oleh Pengadilan Negeri Kudus.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Rustiningsih, tahanan tersebut sebelum dimasukkan ke Rutan Kudus, merupakan tahanan yang dititipkan oleh Polres Kudus.

TRENDING :  Ini Yang Dilakukan Pemkab Agar Kudus Bebas Korupsi

“Saat itu sudah dilakukan rapid test corona. Hasilnya, ternyata reaktif , kemudian ditindaklanjuti dengan tes swab tenggorokan dan hasilnya diketahui positif COVID-19. Kini tahanan tersebut sudah diisolasi,” ujarnya.

Diakuinya pula, akibat adanya tahanan yang positif covid-19, sehingga sebabkan penyidikan atas Kasus yang sedang ditanganinya OTT PDAM sempat dilimpahkan ke penyidik Kejati, akibat kekurangan tenaga penyidik.

TRENDING :  Kemas Gema Ramadhan Dalam Bentuk Dialog Kebangsaan
Kepala Kejaksaan Negeri Kudus, Rustiningsih dalam sebuah konferensi pers belum lama ini (Foto: YM)

Sementara para pengantar tahanan dari Kejaksaan Negeri beserta tahanan lainnya, juga dilakukan tes usap dengan bantuan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kudus Andini Aridewi membenarkan adanya tahanan yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Ia mengakui Kejari Kudus memang sempat meminta bantuan DKK karena adanya satu tahanan yang positif corona.

“Kemarin kami lakukan uji rapid dan swab pada satu rombongan yang salah satunya kena,” ujarnya.

TRENDING :  Budaya Jadi Sebab Sulitnya Patahkan Persatuan Bangsa

Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 juga sudah melakukan pelacakan kontak erat dengan penderita hingga pengujian dan pengobatannya.

Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada, karena siapa pun bisa tertular virus corona, termasuk para tahanan yang berada di Rutan maupun ruang tahanan Polres Kudus.

Untuk mencegah penularan, kata Andini, setiap tahanan yang hendak dipindahkan wajib menjalani tes cepat corona, ketika reaktif dilanjutkan dengan tes usap. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :