Kudus, isknews.com – Ratusan pecinta diecast dari berbagai kota di wilayah Pantura Jawa Tengah berkumpul dalam acara Kopdar Gabungan Sedulur Diecaster Pantura – Season 2 yang digelar di Bento Kopi, Kudus, Minggu (5/10/2025).
Komunitas diecaster dari Jepara, Kudus, Pati, Demak, Rembang, Purwodadi, hingga Semarang hadir meramaikan ajang temu hobi yang juga ini menjadi wadah reuni, temu kangen, sekaligus pameran berbagai koleksi mobil diecast unik dan langka.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Parijoto Diecaster Kudus Team (PDKT), Christiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang digilir di beberapa kota.
“Untuk hari ini kita sebenarnya agenda rutin beberapa kota, kita kopdar gabungan yaitu Kudus, Jepara, Demak, dan Rembang. Event ini kita adakan setahun sekali, bergiliran di kota-kota Pantura,” terangnya.
Menurutnya, dalam acara kali ini para diecaster memamerkan koleksi dalam dua skala berbeda.
“Yang ditampilkan ada dua skala. Skala besar yaitu 1:24, kebanyakan brand Jada. Lalu skala kecil 1:64, seperti Hot Wheels dan Tomica. Nilai harganya relatif, yang kecil bisa sampai jutaan, sementara yang besar mulai dari Rp300 ribu sampai Rp10 juta. Biasanya yang membuat mahal karena edisi terbatas, sekali produksi, lalu tidak diproduksi lagi,” jelasnya.

Christiyanto menambahkan, tujuan utama kopdar ini bukan semata soal pamer koleksi, tetapi memperluas jejaring komunitas.
“Kegiatan ini untuk mengumpulkan diecaster dari empat kota tersebut, dan nantinya akan kita perluas lagi ke kota-kota terdekat. Di Kudus sendiri peminatnya banyak, tapi masih ada yang malu untuk bergabung. Karena itu, kopdar ini juga untuk menarik mereka agar bisa bersama-sama di komunitas,” imbuhnya.
Disinggung mengenai mahalnya harga diecast per unitnya, Christiyanto mengungkapkan, kalau hobi itu nilainya tidak terukur.
“Kita suka, ya kita beli. Kalau tidak suka, ya tinggal,” sesederhana itu, ujarnya.
Kisah menarik juga datang dari Andhi Holden, kolektor diecaster asal Rembang, yang telah menekuni hobi ini sejak duduk di bangku SMP hingga sekarang.
“Kalau dihitung ya sudah sekitar 25 tahun saya koleksi. Koleksi pertama itu model reguler, karena dulu belum tahu kalau ada komunitas sebesar ini. Sekarang koleksi saya sudah lebih dari 2.000 unit,” ujar Andhi.
Ia menambahkan, harga diecast yang dikoleksinya bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu per unit.
“Dulu awalnya bisa beli Rp9.000–10.000 saja, sekarang harga normal sekitar Rp30.000. Yang paling mahal pernah sampai Rp700 ribu untuk satu unit karena unik dan edisi terbatas. Kalau total ya mungkin koleksi saya bisa bernilai ratusan juta,” ungkapnya. (YM/YM)








