Kudus, isknews.com – Di masa pandemik, tak melunturkan semangat para dosen UMKU untuk mengadakan salah satu kegiatan Tridarma, yaitu pengabdian kepada masyarakat. kali ini konsep pengabdian masyarakat memang berbeda dari sebelumnya, yaitu dilakukan secara daring.
UMKU melalui LPPM telah memfasilitasi dosen-dosen untuk melakukan pengabdian masyarakat via zoom meeting. Dalam kesempatan ini Pengabdian masyarakat yang dengan konsep webinar, diisi oleh sejumlah narasumber.

Diantaranya Dr. Ars. Sam’ani Intakoris, MT selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus dan Dosen di UMKU, Rusnoto, SKM.,M.Kes (Epid) Rektor UMKU, Anny Rosiana Masithoh, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Alumni Humas dan Kerjasama. Moderator oleh Muhammad Purnomo, S.Kep.,SH.,M.H.Kes Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Matematika UMKU.
Sam’ani Intakoris dalam Webinar bertema How Government, Societies, and patients Collaborate to Get Survive ini New Normal Era memaparkan tentang bagaimana pelaksanaan konstruksi di masa pandemik covid-19 khususnya di daerah Kudus.
“Covid mempengaruhi masalah ekonomi, sosial budaya dan psikologis. Kalo kesehatan dari teman-teman DKK, RSU, RSU Swasta sudah melakukan beberapa langkah, baik untuk yang positif, ODP, PDP, maupun OTG,” ungkap Samani.
Sejak bulan Maret menurutnya, pemerintah Kudus telah melakukan karantina secara permanen maupun mandiri. Untuk ekonomi dampaknya luar biasa, dampak pada UMKM dan masyarakat kecil, ekonomi menjadi turun.
“Untuk masalah sosial, pemerintah telah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan lain sampai tingkat desa, ungkapnya,” kata dia.
Selain itu, Sam’ani juga menjelaskan bahwa sebagai upaya preventif Pemkab Kudus juga menyediakan bantuan e-pasar, sehingga masyarakat bias melakukan transaksi jual beli melalui online.
“Pemkab juga akan mengeluarkan SOP untuk acara hajatan serta protokol menyembelih kurban,” terangnya.
Rektor UMKU Rusnoto, menyampaikan tentang bagaimana strategi pasien Tuberculosi dalam masa covid-19. Ada beberapa hal yang ia tekankan, bahwa orang yang menderita covid-19 dan TB bisa menunjukan gejala yang sama seperti batuk, demam dan kesulitan bernafas.
“Penyakit TB sendiri masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, dan disaat yang bersamaan Indonesia juga menghadapi wabah covid-19, hal ini harus lebih diwaspadai oleh para pasien TBC,” tutur Rektor.
Pemateri terakhir, Anny Rosiana, M.Kes menyampaikan tentang new normal dan dunia pendidikan. selama masa adaptasi kebiasaan baru proses pembelajaran dikampus diutamakan memakai pembelajaran daring.
“Pengabdian masyarakat virtual kali ini berjalan dengan lancar, para peserta dapat mengikuti pengabdian masyarakat series selanjutnya setiap hari Senin jam 13.00 dan Kamis jam10.00 melalui link https://s.id//reglppmumku ” tandas Anny. (YM/YM))










