Sekda Kudus Minta Seluruh Kegiatan Proyek Publik Selesai Sebelum Akhir Tahun Anggaran

oleh

Kudus, isknews.com – Sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Kudus kini sedang dalam proses akhir pelaksanaan pekerjaannya, proyek publik di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus ini harus diselesaikan maksimal sesuai batas akhir kontrak sebelum akhir tahun anggaran 2019.

Ditemui di salah satu lokasi proyek Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan (Overlay) di Jalan Sunan Kudus dan Jalan Wakhid Hasyim di kawasan kota, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakhoris menyampaikan, Jangan sampai ada kegiatan terlambat karena akan berpengaruh pada penilaian kinerja OPD, serta konduite atau kepatuhan rekanan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakhoris (YM/YM)

Kegiatan yang didanai oleh APBD yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ini ia akui masih banyak yang belum rampung, di tengah masa kritis dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

TRENDING :  Hati Hati Lalui Jalan lingkar Timur Perbaikan Jalan Bikin Pengendara Harus Lebih Waspada

”Kami berharap seluruh kegiatan tuntas sebelum akhir tahun anggaran,” ujarnya, didampingi Sekretaris Dinas (Sekdin) PUPR Kudus, Siti Rokhimah, Jumat (22/11/2019).

Namun penuntasan pekerjaan proyek tidak boleh mengabaikan sisi kualitas. Semuanya tetap harus pastrep. Artinya dilaksanakan dengan
pas (sesuai aturan) dan trep (tepat)-baik menyangkut dimensi (ukuran/volume), spesifikasi, kualitas, serta administrasinya.

Sekdin PUPR Kudus, Siti Rokhimah mengatakan, sebanyak 371 paket
kegiatan digelar tahun ini, dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Gubernur (Bangub), APBD murni dan perubahan. Nilai total kegiatan mencapai Rp 175,428 miliar yang tersebar di Bidang Bina Marga sebanyak 188 paket kegiatan sebesar Rp 110,516 miliar.

TRENDING :  Tahun ini, BPBD Tak Anggarkan Pembuatan Sumur

Selain itu kegiatan Bidang Sumber Daya Air Rp 28,790 miliar (99 paket), Bidang Tata Bangunan dan Drainase Rp 34,670 (83 paket), Bidang Tata Ruang dan Pertanahan Rp 470 juta (5 paket), serta kegiatan sekretariat enam paket senilai Rp 980,483 juta. Progres kegiatan yang sudah diselesaikan mencapai 65 persen.

“Proyek yang masih berjalan sekitar 25 persen atau 91 paket dari total 371 paket kegiatan,” ungkapnya.

Kegiatan yang masih dalam proses pengerjaan antara lain perbaikan
saluran atau drainase, serta pembangunan jalan khususnya yang dibiayai
APBD Perubahan.

TRENDING :  Pemprov dan Pemkab Rembang Satu Langkah Tanggulangi Kemiskinan Kotak Masuk

Sedang kegiatan peningkatan infrastruktur jalan yang sudah rampung di antaranya, pengaspalan Jalan Sunan Kudus sepanjang 300 meter dengan lebar bervariasi antara 13 meter hingga 19 meter dengan menggunakan Asphalt Concrete Wearing Course (ACWC) atau aspal panas setebal 5 centimeter.

Kegiatan senilai Rp 803,530 juta dikerjakan CV Tejakusuma Putra. Pekerjaan dimulai sejak 19 September 2019 dengan waktu pelaksanaan dua
bulan kalender.

“Sedang pengaspalan Jalan Wachid Hasyim juga menggunakan ACWC sepanjang sekitar 820 meter, lebar 8 meter hingga 9 meter, menelan anggaran mencapai sekitar Rp 1,1 miliar,” ujar Siti Rokhimah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :