Sekda Kudus Usul Investor Jembatan Apung Setrokalangan Gratiskan Tarif Bagi Pelajar

oleh -1,929 kali dibaca
Sekda Kudus Samani Intakhoris, saat memeriksa kekuatan tali penahan struktur jembatan apung Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Jembatan apung yang menghubungkan Desa Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak dengan Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus diperkirakan pekan depan sudah jadi dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga dan pengguna jalan di dua Desa di dua Kabupaten tersebut.

Rencana investor untuk mematok tarif sebesar Rp 2.000 bagi setiap pelintas jembatan, seperti disampaikan oleh Kepala Desa Setrokalangan Didik Handono beberapa waktu lalu kepada media ini, diusulkan untuk direvisi, utamanya bagi para pelajar.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris saat melihat dari dekat progress pembangunan jembatan apung tersebut. Pihaknya mengapresiasi atas kemurahan hati investor yang bersedia membangun jembatan apung di Kabupaten Kudus. Kebijakan untuk menarik biaya penyeberangan pun tidak dipermasalahkan olehnya.

Namun bagi anak sekolah yang ingin lewat, pihaknya meminta untuk digratiskan. Hanya pekerja pabrik atau pekerja lainnya saja yang dikenakan biaya akses.

“Biaya penyerberangannya kan Rp 2 ribu, kita nego jangan sampai lebih. Untuk mengembalikan modal investor, boleh lah. Tapi anak sekolah diupayakan harus gratis,” ujarnya, Rabu (30/11/2022).

Sam’ani mengatakan hasil pantauan atas kemajuan pembangunan jembatan ini akan ia laporkan kepada Bupati Kudus, HM Hartopo. Untuk kemudian Bupati bisa membuat usulan kepada Gubernur Jawa Tengah dan Menteri PUPR untuk pengadaan jembatan. Minimal jembatan gantung yang akan menghubungkan antara Kudus dan Demak.

“Kalau nanti jadi diusulkan, semua biaya bersumber dari provinsi dan pusat. Karena ini kan menyangkut dua wilayah, Kudus dan Demak. Terlebih jembatan ini menunjang perekonomian masyarakat di kedua wilayah.

Sementara itu, Pengelola Jembatan lama, Suwarno (44) mengatakan bahwa jembatan apung bisa mulai diakses pada Senin (5 Desember 2022) mendatang. Ada 6 orang petugas yang akan berjaga di setiap ujung jembatan berukuran panjang 75 meter dengan lebar 2,5 meter ini.

“Biasanya yang menyeberang itu 2 ribu sampai 3 ribu kendaraan setiap harinya. Paling banyak itu waktu jam berangkat dan pulang kerja,” ungkapnya.

Biaya pulang pergi pun hanya Rp 2 ribu. Ribuan orang bisa mempersingkat waktu perjalan menuju maupun meninggalkan Kudus.

Sejumlah warga menyambut gembira dengan hadirnya jembatan apung ini. Seperti diketahui sebelum ini warga menyeberang melalui jembatan bambu sempit yang sangat beresiko. Bahkan bila debit air sungai Wulan meningkat mereka terpaksa menyeberang menggunakan perahu yang dikelola oleh salah seorang warga, karena jembatan tertutup genangan air.

Bahkan menurut Sutini warga setempat, ia menilai keberadaan jembatan apung ini juga akan berpotensi menjadi spot wisata baru di Kudus, utamanya bagi kawula muda yang gemar berswafoto karena pagar jembatan yang dicat warna warni, sehingga nampak indah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.