Kudus, isknews.com – Setelah do’a bersama, sedikitnya 700 lebih peserta meramaikan arak arakan Festival 1000 motor motoran dan juga lampion yang berlokasi di SDN 1 Sidorekso kaliwungu Kudus, Kamis, (11/5/2017) malam.
Peserta mengelilingi desa dengan membawa lampion dan motor-motoran yang dihias, Uniknya, untuk warga diwilayah sidorekso yang rumahnya pinggir jalan, panitia memohon untuk mematikan lampu penerangan jalan, hal tersebut bertujuan untuk lebih terang dan meriah disaat arak arakan lampion dan motor motoran.
Salah seorang panitia siswanto mengatakan, bahwa tradisi ini awalnya hanya ada di desa sidorekso, namun untuk tahun ini diadakan dengan peserta lebih luas, yakni dari desa gamong, Sidorekso, Blimbing kidul dan Papringan dukuh cabean.
“Kegiatan ini sudah menjadi tradisi pada setiap tanggal 15 Sya’ban (kalender Komariyah) atau 15 Ruwah (kalender Jawa) yang bertepatan dengan malam nishfu sya’ban didaerah sidorekso kaliwungu Kudus.” Jelasnya
Hadir dalam acara ini, perwakilan dari karang taruna kabupaten, kecamatan kaliwungu, gamong, blimbing kidol dan papringan.
Acara ini sekaligus untuk mengembalikan tradisi lama, supaya lebih terjaga dan eksis ke depannya. “Hampir satu bulan kita mempersiapkan segala hal, dari mulai koordinasi antar panitia dan pemerintah desa hingga teknis dilapangan.” Ujar siswanto yang sekaligus ketua karang taruna sidorekso mbahu rekso.
Nantinya peserta akan dinilai kerapian, keunikan dan keindahan oleh 3 dewan juri, diantaranya dari karang taruna kabupaten, desa dan satu lagu dari isknews.com. “Masing-masing peserta yang juara utama dan harapan, akan mendapatkan piala dan uang pembinaan dari panitia,” Tuturnya
Lebih lanjut, Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja karang taruna agar masyarakat lebih dekat dengan kami, sehingga lanjut dia, “Harapannya semoga bisa sukses, peserta atau masyarakat bisa puas dengan acara ini dan juga di tahun depan bisa lebih meriah,” Pungkasnya (AJ)










