Sempat Bersitegang dengan Keluarga, Jenazah Freddy Akhirnya Dimakamkan Secara Islam

oleh

Kudus, isknews.com – Kota Kretek Kudus membuktikan sebagai kota yang sejuk dan harmoni seperti yang dilakukan oleh Sunan Kudus dahulu, Hal ini dikatakan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kudus, HM Ikhsan dalam pidato ucapan terimakasihnya kepada ibunda Almarhum Ignatius Freddy Wahyu Nugroho, Veronika Indriyani yang disebutnya secara ikhlas melepas jenazah putranya untuk di makamkan secara Islam, saat seremoni penyerahan jenazah di ruang E Yayasan Dharma, Jati Kudus, Senin (11/11/2019).

Sebelumnya ketegangan memang sempat terjadi antara keluarga Alm Freddy dan sejumlah umat Islam, akibat bersikukuhnya ibunda Freddy untuk melaksanakan prosesi pemakaman secara Katolik sesuai agama ibunya.

Dalam negoisasi dan dialog panjang antara Umat Islam yang diwakili oleh FKUB, MUI, PCNU, PDM malam sebelumnya sempat deadlock, namun keesokan harinya Jenazah Ignatius Freddy Wahyu Nugroho (48) oleh ibunya Veronika Indriyani diserahkan secara sukarela Kepada MUI untuk di makamkan secara Islam.

Misa yang dilakukan oleh jemaat dan keluarga Almarhum Freddy pada malam sebelumnya (Foto: YM)

Fredy yang berprofesi sebagai driver Ojol diketahui adalah sebagai pemeluk agama Islam meski hidup dan dibesarkan di lingkungan keluarga Kristen dan Katholik.

TRENDING :  Nenek 80 Tahun Ditemukan Membusuk Di Dalam Kamar

Ketegangan tersebut berawal saat sejumlah pihak mengetahui Fredy akan disemayamkan secara agama asalnya Katolik serta akan dilakukan kremasi atas jenazahnya.

Sejumlah kawan almarhum alumni SMA 1 angkatan 90 yang mengetahui bahwa Fredy telah menjadi mualaf serta jamaah Majlis Dzikir Al Khidmah Kudus dan warga muslim lainnya melakukan protes dengan meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kudus memediasi dan melakukan upaya pembatalan kremasi dan memakamkannya secara muslim sesuai agama yang dianut oleh Almarhum.

Suasana ceremoni penyerahan jenazah dan pembacaan Berita Acara Rapat Forkopimda (Foto: YM)

“Sebab dari catatan sipil dan KTP-nya, agama dia (Freddy) tertulis Islam. Sehingga dia harus dimakamkan secara Islam,” kata Muhammad Alwi, Ketua Jemaah Al Khidmah Kecamatan Mejobo.

Permintaan kaum, muslimin di Kudus ini sempat menimbulkan perdebatan alot dan ditolak oleh pihak keluarga. Utamanya ibu almarhum, Veronika. Namun, usai audiensi oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Kudus, yang dihadiri Plt Bupati Kudus Hartopo, Kapolres, Dandim 0722, Kajari dan Pengadilan negeri bersama perwakilan paroki, gereja, ormas Muhammadiyah, NU, MUI dan FKUB. Akhirnya disepakati dalam Berita Acara Rapat Forkopimda nomor 400/700/39.00/2019.

TRENDING :  SD Nganguk Menempati Tanah Bondo Deso

“Jenazah almarhum saudara Freddy akan dikebumikan secara Islam sebagaimana agama terakhir yang dianutnya dan akan di makamkan di Pemakaman Umum Desa Ploso, Kecamatan Jati,” terang Plt Bupati Hartopo, usai rapat dengan Forkopimda dan pihak-pihak terkait.

Dengan adanya putusan ini, Veronika pun berbesar hati mengiklaskan anaknya dimakamkan secara Islam.
“Kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kebesaran hati keluarga almarhum Freddy,” ujar Ketua FKUB.

Usai di shalatkan di Mushola Roudhotush Sholichin Desa Sunggingan Jetak Kembang Kudus (Foto: YM)

Dari ungkapan warga Jalan Ganesha IV, diketahui jika Freddy merupakan sosok yang tertutup, kalem dan pendiam. Dalam kesehariannya, almarhum diketahui sempat menjajal dunia usaha kopi dan tahu kuning. Namun, usahanya berhenti ditengah jalan hingga membuatnya banting setir sebagai driver Ojol.

Selain itu, dari Kustiyono diketahui jika Freddy sebelumnya pernah menikah. Akan tetapi pernikahannya harus berakhir di pengadilan agama. Karena alasan yang tidak diketahui.

“Dari pernikahan dulu, almarhum belum dikaruniani keturunan,” tambahnya.
Muhammad Awi, rekan Freddy di Jemaah Al Khidmah Kudus. Menuturkan, Freddy masuk ke Jemaah Tariqoh Al Khidmah sekitar tahun 2017 lalu.

TRENDING :  Bingung waktu Luang saat Ramadhan? Darusan Al-qur'an di SPBU Yuk
Pemakaman di Makam Umum Ploso Jati Kudus (Foto: YM)

Guna memperdalam ilmu agamanya, Freddy dikabarkan pernah mondok di Pondok Pesantren As Salafi Al Fitriyah Surabaya. Hanya saja, mondoknya tak berlangsung lama. Dikarenakan saat itu, ibunya, Veronika tengah sakit-sakitan. Sehingga ia harus pulang dan menemani ibunya di Kudus.

“Almarhum orangnya kalem dan tidak banyak bicara,” kata Awi mengagambarkan karakter Freddy.

Setelah dilakukan penyerahan berita acara kepada keluarganya, Jenazah Almarhum Fredy di keluarkan dari Yayasan dharma oleh sejumlah anggota Banser, selanjutnya dengan mobil jenazah dibawa menuju RS Islam Sunan Kudus untuk dilakukan pemulasaraan dan dimakamkan menuju pemakaman Umum Desa Ploso Jati Kudus.

Freddy sebelumnya ditemukan jatuh tersungkur di depan pintu rumahnya di Jalan Ganesha IV nomor 967 Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota pukul 07.15 pada Sabtu (09/11/2019) dan sempat dibawa ke RS Mardirahayu untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, naas nyawanya tak tertolong. Sejumlah kawan almarhum dan para driver Ojol ikut serta mengantarkan jenazah menuju pemakaman Ploso. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :