Kudus, isknews.com — SD Purwosari 3 Kudus resmi menutup kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Sabtu (19/7/2025).
Dengan semangat menciptakan sekolah yang ramah dan menyenangkan bagi siswa baru.
Selama sepekan, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk membantu anak-anak kelas 1 beradaptasi dengan lingkungan sekolah dasar yang baru mereka masuki.
Kepala SD Purwosari 3 Kudus, Sabani, menjelaskan bahwa MPLS merupakan jembatan transisi penting dari fase pendidikan anak usia dini (PAUD) ke fase rendah di sekolah dasar.
“Lingkungan, suasana, bahkan materi yang diterima anak-anak SD sangat berbeda dengan PAUD. Maka dari itu, MPLS ini bertujuan mengenalkan anak pada lingkungan barunya agar mereka tidak kaget dan dapat belajar dengan bahagia,” ungkap Sabani.
Selama MPLS, siswa dikenalkan pada lingkungan fisik dan sosial sekolah, dari ruang kelas, halaman, guru, hingga teman-teman lintas kelas.
Mereka juga diajarkan kemandirian serta tujuh pembiasaan Islami untuk membangun karakter sejak dini.
Setiap pagi sebelum kegiatan dimulai, anak-anak diajak membaca Asmaul Husna dan ayat-ayat pendek. Khusus hari Jumat, MPLS diawali dengan yasinan bersama.
Selain itu, ada senam pagi dan program makanan bergizi gratis dari pemerintah yang menjadi bagian dari kebiasaan sehat di sekolah.
“Kami masuk jam 06.45 dimulai dengan kerohanian. Hari Jumat mulai lebih pagi dengan yasinan. Anak-anak juga menerima makanan bergizi dari dapur Singosari lima hari selama MPLS,” jelas Sabani.
Sebanyak 24 siswa baru resmi dikukuhkan sebagai warga sekolah melalui prosesi simbolis yang disertai penyerahan sertifikat apresiasi atas partisipasi mereka selama MPLS.
Menurut Sabani, seluruh peserta mengikuti kegiatan secara penuh tanpa ada yang izin atau sakit.
“Ini menunjukkan kesiapan dan semangat anak-anak untuk belajar. Mereka sudah mulai mandiri, tidak tergantung orang tua. Itu salah satu tujuan utama MPLS,” katanya.
Sabani menambahkan bahwa MPLS bukan hanya untuk siswa kelas 1. Siswa di kelas lainnya pun menghadapi perubahan lingkungan karena kenaikan kelas, guru baru, atau kehadiran siswa pindahan.
Oleh karena itu, pengenalan lingkungan akan terus berlanjut secara internal di masing-masing kelas.
Tahun ajaran 2025/2026 ini, SD Purwosari 3 menerima 24 siswa baru dari berbagai TK sekitar.
Jumlah tersebut menurun dibanding tahun lalu karena ada calon siswa yang memilih sekolah lain dengan alasan lokasi atau kenyamanan keluarga.
“Beberapa calon siswa berasal dari luar zona seperti Mayong dan Jekulo. Kami sarankan mereka sekolah di tempat yang lebih dekat. Setelah konsultasi dengan Dinas Pendidikan, kami hanya menerima dua dari luar zona,” jelas Sabani.
Dengan total siswa saat ini mencapai 125 anak, SD Purwosari 3 menegaskan komitmennya menciptakan iklim sekolah yang aman, menyenangkan, dan mendukung perkembangan anak.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung, saling menyemangati, dan siap menata masa depan pendidikannya sejak awal,” pungkasnya. (YM/YM)







