Sholat Idul Fitri 1444H, PCM Mlonggo Teguhkan Spiritualitas Perilaku Utama

oleh -627 kali dibaca

Lintas Jepara, isknews.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mlonggo selenggarakan Sholat Idul Fitri di Lapangan SDN 4 Jambu Mlonggo, Jepara.

Pelaksanaannya khidmat dan khusyuk. Baharudin Arsyad, S.Pd selaku ketua panitia berupaya memberikan fasilitas sarana dan prasarana yang baik, bersama PCPM Mlonggo Ia bahu membahu memange lokasi sholat, tempat parkir, hingga petugas keamanan yang siap sedia.

“Alhamdulillah tahun ini lancar dan khidmat, kami berusaha memberikan yang terbik untuk jama’ah yang hadir, selain jama’ah yang domisili di sini, tentu kami juga mngantisipasi membludaknya jama’ah yang baru saja tiba dari mudik, kita juga sudah oordinasi dengan polsek dan koramil setempat” ungkap ketua PCPM Mlonggo.

Mohammad Aris Prasetiyanto, M.Pd yang bertindak sebagai khatib menekankan pentingnya meneguhkan Spiritualitas sebagai perilaku utama. Menurutnya, Idul Fitri bagi kalangan umat Islam di tanah air sering dimaknai sebagai “Hari Raya Fithrah”, yakni menepati jiwa yang suci. Pada hari Idul Fitri umat Muslim diwajibkan menunaian zakat fitrah, mengandung arti menyucikan harta kita dengan berzakat sebagai ikhtiar “memberi makan untuk orang miskin dan penyucian diri bagi mereka yang berpuasa” sebagaimana Hadits Nabi.

Dalam konteks puasa, kembali ke fithrah dapat dikaitkan dengan proses sublimasi atau penyucian diri, bahwa setiap Muslim kembali menjadi pribadi yang bersih jiwanya. Dalam Al-Qur’an proses penyucian diri dikaitkan dengan mengembalikan diri pada jiwa bertaqwa yang fitri atau autentik. Pemaknaan ini mengandung relasi dengan firman Allah dalam Qur’an, yang artinya “Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan merugilah orang yang mengotorinya,” (As Syam 9-10).

Ia juga menambahkan dengan puasa dan Idul Fitri setiap Muslim menjadi insan yang beragama secara bersih dan lurus, karena jiwanya sepenuhnya lurus bertauhid kepada Allah dan ihsan kepada kemanusiaan.

Karennya, beragama atau berislam pun dija laninya dengan kesejatian, yakni menembus hakikat atau esensi dan tidak berhenti pada kulit luar atau syariat belaka. Jika setiap Muslim menjalankan Islam dengan konsisten seperti itu, maka Islam akan terwujud sebagai pedoman hidup yang utuh dan menyeluruh dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kehidupan semesta.

Pada pelaksanaan idul fitri, panitia juga melakukan pengumpulan infaq, dari jama’ah yang hadir terkumpul sejumlah Rp 5.800.000. (*/AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :