Kudus, isknews.com – Dalam mengatasi issue yang berkembang saat ini, Kesatuan Bangsa dan politik (Kesbangpol) Propinsi Jawa tengah menyelenggarakan pembinaan sosial politik tahun 2017 dengan mengambil tema “Penguatan nilai nilai kebangsaan dalam kebhinekaan” bertempat di Hotel Hom Kudus. Pada Senin-Selasa (27-28/2) dimulai 16:00 sampai selesai.
Acara ini dihadiri unsur lembaga kepemudaan dari karang taruna, HMI, PMII, dan organisasi lainnya yang datang dari kabupaten atau kota di jawa tengah.
Dalam kegiatan tersebut, digelar diskusi panel oleh narasumber yang berkompeten dibidangnya, dialogis atau tanya jawab dengan pembahasan dan penyampaian informasi maupun sumbang pikir dari peserta untuk memperoleh solusi darto permasalahan yang ada.
Disamping itu juga digelar focus group discussion (FGD), diskusi kelompok untuk menggali dan memecahkan permasalahan.”Terang Plt. Kepala Badan Kesbangpol Propinsi Jawa Tengah, Sri Surami, (28/2)
Pihaknya menambahkan, latar belakang digelarnya acara ini adalah menyikapi issue yang akhir-akhir ini, terutama dunia maya banyak dimunculkan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax” oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.
Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah.
Adri Efferi dalam materinya sebagai narasumber mengatakan Pemuda harus berperan aktif, seperti yang kita ketahui, Negara Indonesia adalah negara majemuk, yang sejak dulu kemajemukannya di persatukan dalam landasan Idiologi Pancasila dimana memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yaitu berbeda beda tetap satu yang berarti meskipun berbeda agama, suku, ras, dan golongan namun merupakan satu kesatuan dalam bingkai NKRI.
Dalam hal ini sebagai sosial kontrol, pemuda sebagai pemimpin masa depan, tentunya harus bisa menjadi penyeimbang issue yang beredar atau berkembang saat ini, “,apalagi dengan masa perpolitikan yang masih hangat di negara kita saat ini.”ujarnya
Pihaknya mengatakan, “Pancasila merupakan landasan Idiom bangsa Indonesia, falsafat dan pandangan hidup bangsa. Oleh karenanya harus menjadi landasan pijak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa tendensi ataupun pemahaman dan pemikiran sempit yang mengarahkan kita pada ego suku dan agama yang berimbas pada Disintegrasi bangsa”,ujar Adri. (AJ/isknews.com)






