Kudus, isknews.com – SMA Negeri 1 Kudus melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII sebagai bagian dari penilaian standar nasional pasca dihapusnya Ujian Nasional (UN). Kegiatan ini berlangsung sejak Senin (3/11/2025) hingga Kamis (6/11/2025) dan diikuti lebih dari 400 siswa yang terbagi dalam dua gelombang ujian.
Kepala SMA Negeri 1 Kudus, Nur Afifuddin, saat ditemui wartawan pada Rabu (5/11/2025), menjelaskan bahwa TKA merupakan asesmen terstandar untuk mengukur capaian akademik siswa dalam mata pelajaran tertentu. Tes ini dirancang untuk memberikan penilaian objektif dan dapat diperbandingkan antarsekolah, sekaligus mendukung seleksi akademik dan pemetaan mutu pendidikan di tingkat nasional.
“Berbeda dengan Ujian Nasional yang dulu bersifat wajib dan menjadi penentu kelulusan, TKA sifatnya tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan. Namun hasilnya dapat digunakan untuk mendukung seleksi akademik, pemetaan mutu pendidikan, serta sebagai validator nilai rapor dalam jalur prestasi ke perguruan tinggi,” terangnya.
Afifuddin menambahkan, TKA juga dirancang untuk menilai pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa, bukan sekadar hafalan. Tujuan utama pelaksanaan TKA antara lain, Pertama, Memberikan penilaian objektif dan setara nasional, untuk menyeimbangkan penilaian sekolah yang kadang belum seragam.
Lalu Kedua, Mendukung seleksi akademik, agar hasilnya dapat dijadikan indikator penerimaan di jenjang pendidikan lebih tinggi dan Ketiga, Melakukan pemetaan mutu pendidikan, guna mendukung kebijakan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Lebih lanjut, Afifuddin menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA tahun ini diselaraskan dengan jadwal Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), di mana pengisian data akan dimulai Januari hingga Februari 2026. “Rapor yang digunakan untuk SNBP adalah semester 1 sampai 5, sehingga waktunya menyesuaikan dengan pelaksanaan TKA ini,” imbuhnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem pemilihan mata pelajaran di SMA kini berbasis minat siswa. Ada tiga mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, serta dua mata pelajaran pilihan sesuai minat studi lanjutan.
“Misalnya, siswa yang ingin melanjutkan ke bidang kesehatan akan memilih Biologi dan Kimia, sedangkan yang berminat di bidang teknik dapat memilih Fisika dan Matematika tingkat lanjut,” jelasnya.
Menurutnya, TKA di SMA Negeri 1 Kudus tahun ini berlangsung dalam dua gelombang dengan tiga laboratorium komputer yang digunakan secara bergantian. Setiap sesi berdurasi sekitar dua setengah jam.
“Jumlah siswa kelas XII ada lebih dari 400 orang. Setiap laboratorium diisi 20 hingga 30 peserta,” paparnya.
Sementara itu, Sumiat, Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA di Kabupaten Kudus berjalan lancar dan kondusif berkat koordinasi yang baik antara Dinas Pendidikan, sekolah, dan PLN.
“Secara umum aman, karena semua sudah dipersiapkan dengan matang. Hanya ada sedikit kendala teknis akibat cuaca, seperti pohon tumbang dan gangguan listrik, tapi semuanya langsung direspons cepat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bagi siswa yang berhalangan hadir, seperti sakit atau mengikuti kegiatan nasional, akan dijadwalkan ujian susulan pada 17–20 November 2025. “Semua administrasi terpantau dengan baik. Kami sudah mengantisipasi agar tidak ada siswa yang tertinggal,” ujarnya.
Salah satu peserta, Adinda, siswi kelas XII F7, mengaku antusias mengikuti TKA meskipun sempat menemui kesulitan pada beberapa mata pelajaran.
“Soal Bahasa Indonesia mudah dipahami, tapi Bahasa Inggris cukup panjang. Kalau Matematika agak sulit dan waktunya terasa cepat,” tuturnya.
Meski begitu, Adinda menilai pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala teknis. “Akses komputer aman, semuanya standar dan berjalan baik,” katanya. (AS/YM)







