SMP Muhammadiyah 1 Kudus Bagikan Subsidi Kuota Gratis Untuk KBM Daring Siswa

oleh -274 Dilihat

Kudus, isknews.com – Hampir seluruh siswa SMP Muhammadiyah (SMPM) 1 Kudus memperoleh pembagian subsidi kuota internet gratis bagi kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) daring dari sekolahnya. Undangan pengambilan voucher diberikan kepada orangtua atau wali murid, Sabtu, (15/08/2020).

Dengan protokol kesehatan yang ketat pengambilan voucher dilakukan secara berjadwal untuk menghindari kerumunan. Subsidi ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam membelikan kuota daring bagi anaknya.

Kepala SMPM 1 Kudus, Ali Zamroni mengatakan hari ini merupakan hari kedua pembagian kuota dari total 3 hari yang dijadwalkan.

Pembagian voucher subsidi kuota gratis di SMPM1 Kudus (Foto: YM)

Menurut Ali Zamroni, ini merupakan pembagian yang kedua setelah pada bulan Mei lalu pihaknya juga sudah melakukan membagikan subsidi kuota kepada semua siswanya.

“Kalau pada bulan yang lalu kami membagikan subsidi kuota dengan merek provider tertentu, kali ini kami lakukan pembenahan dengan memberikan subsidi kuota dari provider yang dibutuhkan oleh siswa,” kata dia.

Kepala SMPM 1 Kudus, Ali Zamroni (foto: YM)

Menurutnya sebelumnya pihaknya melakukan pembagian Google Formulir kepada siswanya untuk mengetahui brand provider yang sesuai kebutuhan siswa.

“Karena ternyata dari hasil evaluasi, satu brand provider tertentu belum tentu memiliki kualitas jaringan yang baik pada wilayah yang berbeda, Jadi kami menyesuaikan dengan jaringan terbaik di tempat tinggal siswa,” terangnya.

Teknisnya seluruh siswa kami berikan subsidi kuota dengan nilai dan provider yang sama. Pada tahap kedua ini, Harga dan besaran kapasitas kuota setiap provider berbeda-beda. Untuk nominal subsidi kuota yang kami keluarkan persiswa sebesar Rp 30 ribu.

“Sehingga kebijakan baru ini, dengan harga yang sama membuat besaran kuota yang diterima siswa cukup beragam. Mulai dari 4 GB hingga 10 GB,” tuturnya.

Seorang siswa tunjukkan kartu voucher subsidi kuota gratis dari sekolahnya (Foto: YM)

Penyaluran subsidi kuota tahap dua ini, masih kata Zamroni, tidak diberikan pada seluruh siswa. Dari 634 siswa disekolahnya, hanya 590 siswa yang mengajukan subsidi kuota.

Mereka yang tidak mengajukan subsidi berasal dari keluarga mampu dan memiliki fasilitas Wifi di rumahnya. Sehingga mereka memilih tidak mendaftarkan diri dalam penyaluran subsidi kuota kali ini.

Zamroni tidak memungkiri kuota yang diberikan pihaknya dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ini, tidak bisa mengkover kebutuhan kuota daring siswa. Walau begitu, pihkanya berharap keberadaan subsidi ini bisa meringankan beban orang tua dalam memberikan kuota daring.

“Ya namanya juga subsidi, tentu saja kami belum bisa memberikan seluruh besaran kapasitas yang dibutuhkan oleh siswa yang saya dengar perbulan kebutuhan mereka hingga mencapai 15-20 GB,” ucapnya.

Sejauh pengamatan media ini, proses penyaluran subsidi kuota di SMPM 1 Kudus telah memenuhi protokol kesehatan. Dimana para wali kelas, orang tua siswa dan siswa yang datang menggunakan masker maupun face shiled. Tidak hanya itu, fasilitas cuci tangan dan physical distancing juga dijalankan dengan baik di sana.

Orang tua siswa yang datang dalam kesempatan tersebut tidak hanya melakukan pengambilan kuota. Di sekolah mereka juga mengumpulkan tugas daring anaknya, mengambil modul pembelajaran hingga konsultasi pembelajaran daring dengan guru kelas.

“Harapan saya, ini adalah periode terakhir kami membagikan subsidi kuota gratis kepada siswa. Artinya berarti harap kami, Pandemi covid-19 besok lusa sudah tak ada lagi, Aamin,” tuturnya. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.