Status Wilalung Siaga III (Waspada), Namun Kondisinya Masih Cukup Aman

oleh

Kudus, isknews.com – Berbeda dengan terminologi yang biasa digunakan oleh Polri dan TNI, Status siaga 1 secara umum artinya untuk kesiapansiagaan tinggi menghadapi ancaman. Namun bagi pemantau bahaya banjir, Siaga 1 justru artinya kondisi debit air masih dalam kondisi aman.

Siaga I diberlakukan jika debit air mencapai antara 400- 500 m3/detik, sedangkan siaga II 500- 550 m3/detik, dan siaga III lebih dari 550 m3/detik atau waspada.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Induk Bangunan Pengendali Banjir Wilalung Lama (BPBWL) Noor Ali saat ditemui di Bendungan Wilalung Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan Kudus, Jumat (21/02/2020).

Koordinator Induk Bangunan Pengendali Banjir Wilalung Lama (BPBWL) Noor Ali di lokasi Bendungan Wilalung Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan Kudus (Foto: YM)

Menurutnya, saat ini kondisi Debit Sungai Wulan meningkat tajam dan mencapai level tertinggi atau dalam status siaga III, artinya masyarakat terutama di sekitar DAS harus lebih wasdpada. Hingga sore ini debit dari Klambu tercatat di angka 833 meter kubik per detik (m3/detik).

TRENDING :  Puluhan Bangunan Liar Jadi Penyebab Banjir

Noor Ali menyatakan, meski Sungai Wulan  kini dalam siaga III, kondisinya masih cukup aman. Terlebih setelah adanya penguatan dan penambahan ketinggian tanggul sungai yang dinilai rawan.

“Sekarang ini, debit air berada di atas ketentuan standar operasional prosedur (SOP) atau melebihi batas ambang maksimal 800 m3/detik,” ujarnya.

Pihaknya minta masyarakat tidak panik atau bahkan menyebar isu di media sosial hingga menimbulkan keresahan.

“Kewaspadaan penting, tetapi disikapi biasa saja karena kondisinya
masih cukup aman,” tegasnya.

Meluapnya air Sungai Wulan terjadi setelah terjadi hujan deras dengan intesitas tinggi di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Lusi dan Sungai di kawasan Menduran Kecamatan Brati Grobogan.

TRENDING :  Dihuni 130 KK Dukuh Gendok Jati Wetan Kudus Tergenang Banjir

Selama musim penghujan empat bulan terakhir. Sungai yang membelah
wilayah Kabupaten Kudus dan Demak, debitnya mencapai 833 meter kubik
per detik (m3/detik) sejak Jumat (21/2) dinihari.

“Hingga Jumat sore ini, kondisi debit masih stagnan di angka 833 m3/detik. Belum ada tanda- tanda penurunan, bahkan dimungkinkan masih akan meningkat karena kawasan atas masih diguyur hujan,” tutur dia.

“Masih berpotensi naik, meski pergerakannya melambat,” ujar Noor Ali.

Untuk mengurangi beban Sungai Wulan, sesuai SOP maka sebagian air harus dikurangi ke arah Sungai Juwana dengan membuka pintu air Bendung Wilalung. Saat debit mencapai 806 m3/detik pada Kamis (20/02/2020) pukul 20.00, pintu air langsung dibuka sekitar 10 cm.

TRENDING :  Warga Kayen Dipanikkan Banjir Malam Hari

“Lebar bukaan pintu akan kami tambah hingga 15 cm begitu debit meningkat lebih bdari 850 m3/detik,” ungkapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan II pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Muhtarom mengungkapkan hal senada.

“Kondisi Sungai Wulan masih aman walau debitnya cukup tinggi. Berdasar pantauan ke sejumlah lokasi tepian sungai, luapan air masih cukup jauh di bawah ketinggian tanggul,” terangnya.

Sementara Camat Undaan Kudus, Rifai Nawawi berharap tidak sampai terjadi sesuatu yang membahayakan. Pihaknya juga meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan, namun tetap tenang dan tidak mudah panik.

“Kalau butuh informasi bertanyalah pada pihak berwenang, jangan mudah
percaya dengan berita hoaks,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :