Student Led Conference, Siswa SD Masehi Kudus Presentasi Hasil Karya Dihadapan Orang Tua

oleh -1,465 kali dibaca
Foto: Sejumlah siswa-siswi kelas 5 B saat mempresentasikan karya P5 dihadapan orang tua, Kamis (20/6/2024).

Kudus, isknews.com – Bukan pembelajaran biasa, sebanyak 455 siswa-siswi dari kelas I hingga VI SD Masehi Kudus paparkan hasil pembelajaran kepada orang tua masing-masing melalui kegiatan Student Led Conference (SLC), Kamis (20/6/2024).

Memasuki semester 2 Tahun Ajaran 2023/2024, SD yang berlokasi di Jl. KH. Wahid Hasyim Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus itu menggelar SLC untuk tahun kedua.

Chandra Bayu, Humas SD Masehi Kudus mengatakan, teknis dari kegiatan SLC, yakni anak dalam satu kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil belajar atau karya dari Project penguatan profil pelajar Pancasila (P5), dihadapan orang tua masing-masing,

Dalam pelaksanaannya, terbagi kedalam beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa anak.

Saat presentasi, setiap kelompok diberikan waktu sekira 15 menit untuk presentasi, yang mana presentasi itu disesuaikan dengan kreativitas masing-masing kelas.

“Hari ini, kami sudah jadwalkan secara bertahap untuk waktunya dari pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, setiap kelompok diberi waktu kurang lebih selama 15 menit, orang tua datang ke sekolah dan masuk ke kelas, lalu anak-anak mempresentasikan hasil belajar yang sudah mereka kerjakan selama proyek P5, satu per satu dihadapan orang tua,” ujar Chandra yang kesehariannya mengampu guru Bahasa Inggris di sekolah setempat.

Usai presentasi, masing-masing orang tua akan diberikan kesempatan untuk memberikan respon. Dapat berupa apresiasi, pertanyaan ataupun masukan untuk putra-putrinya. Adapu  setiap kelas mempresentasikan tema yang berbeda-beda,

“Pada semester 2 itu kita temanya wirausaha, mereka (siswa-siswi) mempresentasikan hasil belajar saat gelar karya beberapa waktu lalu, Yakni untuk kelas 6, mempresentasikan karya aksesoris dan juga membuat minuman, kelas 5 membuat sandwich, Kemudian kelas 4 dan 3 mempresentasikan karya frozen cake berbahan susu kental manis dan coklat, lalu kelas satu dan dua mempresentasikan aksesoris dari manik-manik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SD Masehi Kudus, Subekti Kusumadewi menjelaskan bahwa program tersebut menguatkan tiga pilar pendidikan yakni guru, siswa, dan orang tua. Utamanya yang berkaitan dengan orang tua dan siswa dalam mendukung proses pembelajaran dan program sekolah agar berjalan seirama.

“Student Led Conference merupakan salah satu bentuk melatih percaya diri, komunikasi evaluasi performance belajar, dimana anak mengambil peran dalam proses tersebut,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, ada beberapa hal yang mejadi tujuan dari kegiatan tersebut, diantaranya menguatkan dan mengokohkan hubungan antara pilar pendidikan.

“Selain itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penilaian dan monitoring progress pembelajaran siswa; meningkatkan skills siswa dalam setiap evaluasi pembelajaran baik itu assessment, feedback, dan reflection,” paparnya.

“Kemudian juga untuk meningkatkan kerjasama di antara seluruh guru, siswa, dan orang tua dalam upaya menumbuhkan sikap saling membantu dan mendukung dalam segala kegiatan pembelajaran,” sambungnya.

Sementara itu, orang tua dari Viona kelas 5 B yakni Ifana Dewi, merespon positif kegiatan tersebut. Pasalnya, kegiatan tersebut tidak ia temui di sekolah-sekolah lainnya.

“Saya apresiasi sekali, karena anak-anak di usia mereka, sudah bisa presentasi sendiri, mencari literasi sendiri,” jelasnya.

Dulu, ia merasa anaknya agak pendiam dan pasif saat menyikapi sebuah situasi. Namun kini anaknya lebih komunikatif, tak jarang ia sering diajak berdiskusi dengan topik tertentu saat di rumah.

“Dulu anak saya agak pendiam, sekarang dia jadi lebih terbuka. Sekarang dia bisa menjelaskan semuanya dengan baik. Itu sangat bagus untuk kedepannya,” ungkapnya bangga.

Ia berharap, dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh SD Masehi Kudus mampu menjadikan putrinya menjadi pribadi yang mandiri.

Selain itu, dengan sikap percaya diri yang dimiliki putrinya saat ini, dirinya yakin, dapat membuat anaknya mampu meraih cita-cita sekaligus bersaing dengan keadaannya di masa depan. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :