Tahun ini, 12 Desa Disasar Program Pamsimas

oleh -305 Dilihat

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Sebanyak 12 desa di Kabupaten Jepara disasar program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) 2017. 12 desa itu terbagi dalam dua sasaran, yakni tujuh desa bersumber dari APBN sedangkan lima sisanya bersumber dari APBD Jepara 2017. Total sejak 2014 lalu sampai 2017 tercatat sudah ada 33 desa yang menerima manfaatnya program ini.

Kasie Pengembangan  Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada Dinas Perumahan  Rakyat dan Kawasan Pemukiman Dwi Yogo mengatakan, tujuh desa yang mendapatkan program Pamsimas bersumber dari APBN yakni Desa Kepuk, Sumberrejo, Ngroto, Datar, Tulakan, Klepu dan Bungu. Sedangkan lima yang anggarannya bersumber dari APBD yakni Jebol, Buaran, Jugo, Tanggultlare dan Tunahan. “Yang dari APBN anggarannya sekitar Rp.1,5 milyar, sementara yang dari APBD sekitar Rp.1 milyar,” kata Yogo, Kamis (30/3/2017).

Dari program Pamsimas ini, kata Yogo, akan ada sekitar 9 ribu sambungan penerima manfaat di 12 desa itu. Masing-masing lebih dari 5 ribu sambungan yang bersumber dari APBN dan lebih dari 3 ribu sambungan dari APBD. “Program penyediaan air minum dan sanitasi ini mulai dari penyediaan sumber air, penampungan air hingga distribusi ke sambungan rumah,” imbuh Yogo.

Selain program Pamsimas, kata Yogo, sebanyak empat desa lainnya juga mendapatkan program hibah air minum perdesaan. Empat desa tersebut yakni Desa Pendem, Bucu, Damarjati dan Kaligarang. Untuk hibah ini khusus bagi desa yang sebelumnya sudah mendapatkan program Pamsimas. “Hibah ini merupakan program lanjutan atau pengembangan dari Pamsimas, yakni  melanjutkan kepada masyarakat yang belum terjangkau program Pamsimas,” jelasnya.

Yogo menambahkan, hibah air minum pedesaan total anggarannya sebesar Rp. 1 milyar. Diawal kegiatan, menggunakan dana APBD, namun kalau sudah selesai dilaksanakan akan diganti dari APBN. Potensi program hibah ini untuk 500 sambungan Rumah.  “Semua pengelolaan untuk program ini diserahkan kepada masing-masing desa,” tandasnya.(ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.