Tahun ke 8, RS Aisyiyah Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing Gratis

oleh -795 kali dibaca
Pelaksanaan operasi bibir sumbing di ruang tindakan RSA Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dikuti oleh sebanyak 17 peserta, kegiatan sosial rutin operasi bibir sumbing dan sumbing langit-langit gratis dilaksanakan oleh Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Kudus. Bekerjasama dengan Djarum Foundation dan PT. Agrapan Dana Kencana itu kini telah memasuki tahun ke 8.

Dibuka dengan sederhana dan undangan yang terbatas, operasi bibir sumbing secara simbolis dibuka oleh Direktur RSA dr Hilal Aryadi serta dihadiri oleh wakil Djarum Foundation Arvi Oktaviandra, Sabtu (03/03/2021).

Menurut dr Hilal Aryadi penyelenggaraan ditahun ke 8 ini dilaksanakan dalam suasana pandemi sehingga kami melakukan sejumlah screening yang ketat, baik pasien yang akan dioperasi maupun para dokter dan medis yang menangani dengan Rapid anti bodi dan antigen.

“Jumlah pendaftar diawal adalah sebanyak 29 pendaftar namun setelah dilaksanakan skrining, jumlah peserta operasi bibir sumbing ini tinggal 17 orang peserta,” ujarnya di lokasi pembukaan aula lantai 3, Sabtu (03/05/2021).

Calon peserta operasi diskrining terlebih dahulu pada hari Jumat sebelumnya (2/4/2021).

“Skrining itu termasuk hasil tes HB, berat badan, usia, kondisi fabio falato, hematokrit, lekosit, trombosit, foto rontgen dada, dan hitung jenis atau diff count. Peserta juga akan dirapid tes terlebih dahulu di hari yang sama,” terang dia.

Manajemen RS Aisyiyah dan Djarum Foundation berpose bersama usai acara pembukaan sederhana bakti sosial operasi bibir sumbing dan sumbing langit-langit gratis di Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Kudus. (Foto: YM)

Kemudian untuk keluarga, dikatakannya hanya diperkenankan dengan satu orang penunggu yang sudah di skrining bahwa orang tuanya itu sehat.

“Salah satu penyebab bibir sumbing karena ibu hamil kekurangan nutrisi. Sehingga terbentuk struktur yang kurang sempurna sehingga menyebabkan bibir sumbing,” katanya,

Dia menambahkan, ibu hamil yang tidak memeriksakan diri secara rutin selama masa kehamilan turut menjadi penyebab bibiring. Oleh sebab itu dokter Hilal mengimbau agar ibu hamil memeriksakan kandungan secara rutin. Sehingga asupan vitamin, mineral, dan seng terpenuhi.

Sementara itu wakil dari Djarum Foundation, Arvi Oktaviandra mengatakan sejauh ini kerjasama antara pihaknya dan RSA dalam pelaksanaan operasi bibir sumbing adalah merupakan yang terbaik.

“Sudah selama delapan tahun kami bekerjasama dengan rumah sakit ini, dan semuanya berjalan dengan baik bahkan semakin lama semakin solid dengan jam terbang sejumlah tenaga medis dan para medis yang telah berpengalaman sehingga makin memperlancar jalannya operasi,” katanya.

Senada dengan direktur RSA, pelaksanaan operasi bibir sumbing tahun ini menurut dia, peserta tidak dibatasi seperti tahun sebelumnya dan kegiatan ini diikuti oleh sejumlah warga di Jawa Tengah.

“Hanya saja akibat penerapan prokes dimasa pandemi yang ketat, sehingga tidak dilaksanakan seremonial pembukaan yang menimbulkan kerumunan. Tahun ini peserta terjauh dari Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah,” katanya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.