Tak Cuma Jago Main! Legenda PB Djarum Bongkar Kriteria Atlet Muda yang Diburu di Audisi 2026

oleh -470 Dilihat
Legenda PB Djarum sekaligus Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Aryono Miranat. (Foto: YM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Memiliki pukulan keras dan teknik permainan yang bagus ternyata belum cukup untuk membuka jalan menjadi atlet binaan PB Djarum. Dalam Audisi Umum PB Djarum 2026, kemampuan bermain hanya menjadi salah satu bagian dari penilaian Tim Pencari Bakat.

Sikap di lapangan, cara merespons tekanan, kedisiplinan hingga kebiasaan sehari-hari menjadi aspek penting dalam menentukan calon atlet yang layak mendapatkan pembinaan jangka panjang.

Hal itu disampaikan Legenda PB Djarum sekaligus Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Aryono Miranat, saat memantau para peserta pada Tahap Turnamen di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jumat (11/9/2026).

Pria yang dijuluki Coach Naga Air itu mengaku cukup gembira melihat kualitas para pebulutangkis muda yang mengikuti audisi tahun ini.

Menurutnya, sejumlah peserta menunjukkan potensi menjanjikan. Talenta tersebut tidak hanya datang dari Pulau Jawa, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dari segi kualitas ada beberapa yang bagus. Selain dari Pulau Jawa, saya juga melihat ada yang dari Kalimantan itu juga bagus,” ujar Aryono.

Namun, mantan pelatih yang telah lama melahirkan atlet-atlet berprestasi itu menegaskan bahwa Tim Pencari Bakat tidak hanya melihat hasil akhir pertandingan.

Ada banyak hal yang diamati selama seorang peserta berada di lapangan. Salah satunya adalah bagaimana atlet mengambil keputusan saat menghadapi situasi permainan yang berbeda.

“Bagaimana cara dia merespons permainan, misal posisi jatuhnya bola di tengah atau di samping, pengembalian bolanya apakah tetap taktis atau seenaknya,” jelasnya.

Bagi Aryono, respons seorang pemain dalam situasi tertentu dapat menunjukkan cara berpikir dan pemahaman mereka terhadap permainan.

Tak kalah penting adalah sikap atau attitude. Tim Pencari Bakat, kata dia, turut memperhatikan bagaimana peserta menyikapi kemenangan maupun kekalahan.

“Selain itu, attitude juga penting seperti bagaimana menyikapi hasil, misalnya banting raket atau meledek lawan, dan lainnya,” tegas Aryono.

Ia berharap, melalui rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026, Tim Pencari Bakat dapat menemukan bibit-bibit terbaik yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi atlet masa depan.

“Semoga kami bisa memantau bibit dan talenta terbaik,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Leonard Holvy de Pauw.

Menurut Holvy, peserta yang berhasil memenangkan pertandingan pada Tahap Turnamen tidak boleh cepat merasa puas. Sebab, perjalanan untuk benar-benar menjadi atlet binaan PB Djarum masih sangat panjang.

Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus masih berlanjut hingga Sabtu (12/9/2026). Peserta putra yang berhasil mencapai babak semifinal akan berhak mendapatkan Super Tiket.

Sementara itu, di sektor putri, Super Tiket diberikan kepada peserta yang mampu menembus babak final.

Selain melalui jalur kemenangan, Tim Pencari Bakat juga dapat memberikan Super Tiket Pilihan kepada peserta yang dinilai memiliki potensi menjanjikan, meskipun belum berhasil mencapai semifinal maupun final.

Namun, mendapatkan Super Tiket bukan berarti perjuangan telah selesai.

Para peserta yang lolos akan memasuki tahap berikutnya, yakni karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum. Selama masa tersebut, mereka akan menjalani kehidupan layaknya seorang atlet binaan.

Menurut Holvy, justru pada masa karantina itulah Tim Pencari Bakat dapat melihat karakter asli para peserta.

“Penilaian sebenarnya ada pada saat karantina. Di sana kami bisa melihat kebiasaan mereka yang sebenarnya. Bagaimana mereka hidup di asrama, disiplin, makan dan mengatur waktu istirahat,” jelas Holvy.

Ia mencontohkan, peserta yang sebelumnya terbiasa menjalani latihan satu kali dalam sehari harus mampu beradaptasi dengan pola latihan yang lebih berat.

“Mungkin yang biasa latihan sehari sekali, nanti harus latihan sehari dua kali. Anak yang terbiasa dimanja nanti akan terlihat di karantina. Jadi kami bisa menilai mana yang siap dibina untuk jangka panjang,” ungkapnya.

Holvy menegaskan, pembinaan atlet tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas permainan.

Lebih dari itu, PB Djarum juga ingin membentuk atlet yang memiliki karakter kuat, disiplin dan integritas.

“Karena tugas kami bukan hanya meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga membentuk karakter dan integritas,” pungkasnya.

Dengan demikian, Audisi Umum PB Djarum bukan sekadar arena untuk mencari pemain yang mampu memenangkan pertandingan. Lebih jauh, ajang tersebut menjadi pintu untuk menemukan calon atlet yang memiliki bakat, kecerdasan bermain, mental kuat serta karakter yang siap ditempa.

Sebab, bagi Tim Pencari Bakat, menjadi atlet PB Djarum bukan hanya tentang siapa yang paling hebat memukul kok hari ini, tetapi juga siapa yang memiliki potensi dan karakter untuk berkembang menjadi pemain besar di masa depan. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.