Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Kubangan air bercampur lumpur terlihat di Jalan Gajah Mada Cepu Kabupaten Blora. Kondisi tersebut telah terjadi sejak satu tahun terakhir, namun belum mendapat perhatian dari pemerintah. Sehingga, memancing kekesalan warga yang berujung pada pemblokiran jalan. Dengan meletakkan segerombol pohon pisang pada jalan tersebut.
Disamping itu, warga juga memasang tulisan berupa peringatan yang bernada sindiran kepada pemerintah. Yang dipasang pada pagar rumah warga dan ditanjap tepat dipinggir jalan yang rusak. Diantara “Awas jalan Berlubang yang tak seenak lubang berjalan”, “Telah dibuka kolam pemancingan (Mancing emosi)”.
Tidak heran, jika tulisan tersebut menjadi perhatian warga yang melintas. Tidak bisa dipungkiri, akibat ulah warga tersebut mengakibatkan antrian kendaraan karena jalan itu tidak lagi bisa dilalui dua jalur.
Nurchalim, warga sekitar, sempat mengabadikan kondisi jalan tersebut. Namun dirinya tidak tahu siapa yang melakukannya. “Ketika saya berangkat, tadi sudah ada,” katanya.
Sementara, Rizal (36), petugas pengatur lalu lintas di pertigaan jalan Gajah Mada mengaku mengetahui siapa yang melakukannya. Namun dirinya enggan menyebutkan warga mana yang melakukan. “Itu sejak pagi tadi,” katanya, saat ditemui di lokasi, Kamis (22/12/2016).
Dia mengatakan, jika kubangan air itu disamping dari air hujan juga berasal dari selokan yang mampet. “Sehingga airnya merembes ke jalan,” ungkapnya. Kondisi tanah labil, lanjut dia, ditambah seringnya jalan tersebut dilalui kendaraan berat, lama-lama kondisi jalan ambles dan membentuk kubangan besar.
“Truk pengangkut BBM, Penganggkut BBM, alat berat, truk pengangkut lantung (minyak mentah), serta kendaraan angkutan berat lain,” ujarnya menyebutkan kendaraan berat yang lewat.
Rizal menyebutkan, jika kerusakan itu sudah terjadi sejak setahun terakhir. “Usai diperbaiki pasti rusak lagi,” kata pria asli lingkungan Wonorejo Kelurahan Cepu.
Pihaknya berharap, jalan tersebut segera diperbaiki. “Karena Senin nanti kabarnya akan ada operasi angkutan produksi minyak,” jelasnya.
Sementara, Bondan Sukarno, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan, bahwa jalan tersebut sudah masuk anggaran tahun 2017. “Insyaallah tahun 2017 ada penanganan, mohon bersabar. Direncanakan akan dibeton,” katanya. (as)












