Talenta Fashion Kudus Didorong Mendag Agar Siap Bersaing di Pasar Dunia

oleh -489 Dilihat
Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau langsung proses pembuatan karya fashion oleh siswa di SMK NU Banat Kudus, Kamis (12/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mendag melihat kreativitas para pelajar sekaligus mendorong lahirnya talenta fashion muda yang siap bersaing di pasar nasional maupun global. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong para pelajar di SMK NU Banat Kudus untuk mengembangkan talenta di bidang fashion agar mampu bersaing hingga pasar internasional. Pesan tersebut disampaikan saat kunjungannya dalam kegiatan bertajuk “Tumbuhkan Rasa Bangga dan Pakai Produk Lokal” di Kabupaten Kudus, Kamis (12/3/2026).

Dalam agenda tersebut, Mendag didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Birton serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi bagian dari upaya memberi motivasi kepada generasi muda agar berani berkarya sekaligus memperkuat kecintaan terhadap produk lokal.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan peragaan busana yang menampilkan karya para siswa. Para pelajar sekolah itu tampil sebagai model, memperagakan berbagai desain yang mereka ciptakan sendiri sebagai bentuk kreativitas sekaligus latihan memasarkan produk fashion.

Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, menjelaskan bahwa pendidikan di sekolah tersebut tidak hanya menekankan keterampilan teknis seperti menjahit, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan siswa.

Menurutnya, para siswa didorong untuk mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai jual dan dapat dipasarkan secara luas. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membangun usaha sendiri di bidang fashion.

Ia menambahkan, salah satu bentuk pembelajaran yang diterapkan adalah melalui pembuatan tugas akhir berupa produk fashion yang kemudian dipasarkan secara daring. Cara ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa untuk memahami proses produksi sekaligus pemasaran.

“Karya yang mereka hasilkan tidak hanya dipajang, tetapi benar-benar dijual melalui platform online, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Harapannya, karya mereka bisa dikenal lebih luas bahkan berkesempatan menjalin kerja sama dengan brand fashion internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Mendag Budi Santoso mengajak para siswa untuk berani menciptakan karya berkualitas sekaligus membangun merek sendiri. Ia menyebut bahwa peluang bagi desainer muda cukup terbuka, salah satunya melalui ajang Jakarta Muslim Fashion Week yang menjadi panggung bagi karya-karya fashion terbaik.

Menurutnya, karya yang memiliki kualitas baik dan telah mendapat pengakuan pasar berpotensi ditampilkan dalam ajang tersebut. Dengan demikian, para desainer muda dapat memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.

Mendag juga mengingatkan agar para siswa tidak hanya menjadi pekerja kreatif bagi brand orang lain, tetapi berupaya menjadi pemilik merek yang mampu membangun identitas produk sendiri.

“Jika menjadi desainer, jangan hanya bekerja untuk brand orang lain. Bangun merek sendiri dan ciptakan karya terbaik. Dengan begitu, produk lokal bisa semakin dikenal dan mampu bersaing dengan produk luar negeri,” pungkasnya. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.