Tanggul Diperkuat Material Disposal, Area Tanggulangin Disiapkan Jadi Hutan Kota

oleh -754 Dilihat
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meninjau area Taman Tanggulangin di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Senin (13/10/2025). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, meninjau area Taman Tanggulangin di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Senin (13/10/2025).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi taman dan hasil normalisasi Sungai Wulan di kawasan tersebut berjalan optimal. Sekaligus untuk melihat perkembangan taman dan area fungsi kolam retensi alami yang berada di dekat tanggul.

Area tersebut sebelumnya menjadi lokasi pembuangan air dari aliran Sungai Wulan dan kini tengah dibenahi agar mampu menampung limpasan air lebih baik.

“Kami melakukan pengecekan sekaligus analisa. Kalau nanti tempat ini diurug, airnya akan ke mana? Maka perlu solusi agar air bisa tetap masuk ke kolam retensi Tanggulangin ini,” ujar Sam’ani di sela kunjungan.

Ia menegaskan, area taman yang berada di lahan milik PT KAI tersebut pernah disewa oleh Pemkab Kudus. Karena itu, perawatan dan kebersihan taman tetap menjadi tanggung jawab bersama.

“Teman-teman PKPLH harus terus merawat dan membersihkan taman ini. Ini aset yang harus dijaga agar fungsi lingkungannya tetap berjalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sam’ani menyebut bahwa kolam retensi alami tersebut akan mengikuti alur air sebagaimana mestinya, sehingga mendukung kelancaran drainase hingga ke muara Laut Jawa. Dengan demikian, risiko banjir di kawasan selatan Kudus diharapkan bisa diminimalisir.

“Dengan adanya normalisasi ini, air bisa mengalir lancar sampai ke Laut Jawa. Harapannya bisa menekan potensi banjir saat musim hujan,” imbuhnya.

Sam’ani menambahkan, material disposal hasil pengerukan sungai yang kini berada di sekitar kawasan Tanggulangin justru memperkuat dinding tanggul.

Potret Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris bersama jajaran kedinasan Kab. Kudus saat peninjauan langsung proyek pengerukan sungai wulan didekat hutan kota Tanggulangin, Kudus

Ke depan, area tersebut akan dikembangkan menjadi hutan kota melalui kerja sama dengan BBWS Pemali Juwana.

“Lokasi yang saat ini digunakan sebagai penampungan disposal ini justru memperkuat dinding tanggul, dan setelah dikerjasamakan dengan pihak BBWS Pemali Juwana, akan kita upayakan menjadi kawasan hutan kota,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Hary Wibowo, menjelaskan bahwa normalisasi Sungai Wulan merupakan proyek nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui BBWS Pemali Juwana.

Proyek ini mencakup sebagian wilayah Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak, dimulai dari daerah Karanganyar hingga ke muara Sungai Wulan.

“Pekerjaan normalisasi Sungai Wulan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui BBWS Pemali Juwana, saat ini progresnya sudah mencapai 40 persen. Semoga nanti pada Agustus 2026 pekerjaan itu bisa selesai,” ungkap Hary.

Ia menambahkan, proyek sepanjang 30 kilometer tersebut menelan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun dan dikerjakan oleh tiga perusahaan pelaksana, yakni PT HK-KSO, PT Adhi Karya-KSO, dan PT Brantas-KSO.

“Dalam pengerjaannya, normalisasi ini tidak hanya memperdalam dasar sungai, namun juga melebarkan alur sungai untuk mengembalikan kapasitas tampungan airnya. Total volume disposal diperkirakan mencapai 15 juta meter kubik,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :