Target Operasi Oktober, Sumur Baru PDAM Kudus di Jati Kulon Siap Tambah Pelanggan Baru

oleh -211 Dilihat
Foto: Dok. PDAM Kudus

Kudus, isknews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau Perumda Tirta Muria Kabupaten Kudus menambah satu unit sumur produksi baru pada tahun ini yang berlokasi di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. Sumur tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2025 dan diharapkan mampu menambah jumlah pelanggan baru.

Direktur Utama Perumda Tirta Muria, Winarno, mengatakan pengeboran sumur baru dengan kedalaman 140 meter telah selesai dilakukan. Saat ini, pihaknya tengah melakukan proses pembersihan dan pemasangan pipa, yang telah dimulai sejak 7 Juli 2025.

“Untuk keamanan air, dilakukan pengecoran di kedalaman sekitar 50 sampai 60 meter agar tidak ada resapan limbah yang masuk ke sumber air,” ujar Winarno saat ditemui di ruangannya, Selasa (5/8/2025).

Sumur baru ini diperkirakan dapat menjangkau hingga 1.200 sambungan rumah (SR) di sekitarnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baru, sumur ini juga disiapkan untuk menggantikan fungsi sumur lama di wilayah Kecamatan Jati yang kualitas airnya mulai menurun.

“Saat ini masih ada sumur di sekitar Terminal Jati, tapi kualitas airnya makin menurun. Jadi yang baru ini bisa meng-cover wilayah tersebut,” imbuhnya.

Pengerjaan fisik sumur ditargetkan selesai pada September 2025, dan siap beroperasi sebulan setelahnya. Sumur ini akan menggunakan sistem reservoir, di mana air akan ditampung terlebih dahulu sebelum disalurkan ke pelanggan.

“Dengan model ini, distribusi bisa lebih terkontrol dan mempermudah deteksi jika ada gangguan seperti aliran air kecil atau kebocoran,” jelasnya.

Dengan penambahan ini, total sumur produksi milik PDAM Kudus kini mencapai 70 unit, dengan 66 sumur aktif dan 4 sumur lainnya sudah tidak dioperasikan karena kualitas air yang tidak layak.

“Sumur yang nonaktif ada di Undaan Lor, Jepang (Mejobo), Gondosari (Gebog), dan satu lagi di Kaliwungu,” terang Winarno.

Meski ada upaya penambahan infrastruktur, Winarno juga mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan tahun ini justru mengalami sedikit penurunan. Dari 53.000 pelanggan pada 2024, kini hanya tercatat 52.008 sambungan rumah hingga pertengahan 2025. Sementara dari sisi pendapatan, laba semester pertama baru mencapai Rp1,3 miliar, masih jauh dari target tahunan sebesar Rp6,7 miliar.

Winarno berharap, dengan beroperasinya sumur baru di Jati Kulon, selain meningkatkan kualitas layanan, juga bisa menggenjot kembali pertumbuhan jumlah pelanggan serta mendukung pencapaian target kinerja perusahaan. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :