PDAM Akui Maraknya Pamsimas Sebabkan Capaian Target Pelanggan Baru Tersendat

oleh -1.277 kali dibaca
Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Muria, Yan Laksmana (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Meski target perolehan laba PDAM Kudus tahun 2021 ini secara unaudit atau dari sisi audit internal tercapai yakni capaian laba sebesar Rp 4,020 miliar dari target pendapatan yang dibebankan sebesar Rp 4 miliar. Namun Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Muria, Yan Laksmana mengatakan bahwa target perolehan pelanggan baru untuk tahun 2021 dianggapnya belum mencapai target yang ditetapkan.

Pada tahun 2021 pihaknya memasang target pelanggan baru sebanyak 3.500 orang. Akan tetapi realisasinya PDAM hanya berhasil menambahkan 2.300 pelanggan baru.

Diakuinya target tersebut memang dirasa sulit tercapai. Sebab keberadaan Pamsimas dan sumber mata air di desa yang sudah memadai. Diketahui Pamsimas merupakan platform pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan yang dilaksanakan dengan pendanaan dari APBN, APBD yang melibatkan Kementerian PUPR dan lain-lain.

“Meski capaian target sudah termasuk tinggi sekitar 85 persen namun kami menganggap itu belum maksimal. Karena sejumlah Pamsimas kini bermunculan di titik saluran kami, bahkan tahun ini kami lihat ada 6 titik Pamsimas yang juga dibangun diarea wilayah pemasaran kami. Sehingga diakui atau tidak itu berpengaruh pada capaian target kami, sehingga tersendat,” katanya pada Rabu (19/01/2022).

Dengan pencapaian laba yang mencapai target tapi tidak diimbangi dengan penambahan pelanggan, pihaknya mengupayakan melakukan beberapa program untuk mencapai target pelanggan baru. Diantaranya program air bersih kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sekaligus promo harga ketika even hari Kemerdekaan Indonesia dan hari ulang tahun PDAM Tirta Muria.

“Kami juga melayani layanan one day service atau ODS, yang bisa dikerjakan dari jarak saluran 20 hingga 30 meter. Pengerjaannya bisa dilakukan dalam satu hari,” jelasnya.

Dari data yang dihimpun, Yan mengungkapkan PDAM Tirta Muria hingga kini mempunyai 50 ribu pelanggan yang tersebar di sembilan kecamatan.

“Dengan 50 ribu pelanggan, pada tahun 2018 laba mencapai Rp 4,400 miliar. Pada tahun 2019 laba mengalami penurunan sebesar Rp 3,605 miliar. Dan pada tahun 2020 capaian sebelum diaudit mencapai Rp 2,652 miliar,” tandasnya.

Pihaknya juga menghimbau untuk pembangunan Pamsimas berikutnya agar berkoordinasi dengan BUMD yang mengelola produk sejenis dalam hal ini di Kudus adalah PDAM sesuai dengan aturan regulasi yang ada. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.