Tekan AKI dan AKB di Kudus, DKK Lakukan Pelayanan Antenatal Berkualitas

oleh

Kudus, isknews.com – Grafik angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB) di Kota Kretek terus dilakukan penekanan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi DKK Kudus, Muslimah mengatakan, bahwa pandemi Covid-19 secara otomatis juga telah ikut menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus AKI maupun AKB di Kudus.

Dirinya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan. Sehingga, ibu hamil yg masuk kelompok rawan tidak gampang terpapar Covid-19.

Ilustrasi petugas Puskesmas saat sedang melayani pemeriksaan ibu dan balita (Foto: istimewa)

“Kami dari pihak DKK Kudus telah mengambil langkah-langkah penekanan dengan melakukan ANC (antenatal care) sesuai standart 20 T,” paparnya, Jumat (11/09/2020).

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang profesional untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil beserta janin yang dikandungnya.

“Pelayanan antenatal yang dilakukan secara teratur dan komprehensif dapat mendeteksi secara dini kelainan dan risiko yang mungkin timbul selama kehamilan, sehingga kelainan dan risiko tersebut dapat diatasi dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Muslimah juga menyampaikan jika DKK Kudus juga terus berupaya melakukan penemuan kasus resiko tinggi bumil (ibu hamil) sedini mungkin.

“Setelah itu, dilanjutkan dengan rujukan dini ke dokter Ahli untuk dilakukan penanganan terhadap resiko tinggi agar bisa menjadi resiko sedang, ringan, bahkan hingga tidak beresiko. Kami juga melakukan penatalaksanaan resiko tinggi bumil untuk menimimalisir rujukan kegawatdaruratan,” imbuhnya.

Pihak DKK Kudus, tambahnya, bahkan telah meluncurkan aplikasi SIBULAN (sisten informasi jejaring rujukan ibu dan bayi unggulan). Selain itu, pendanaan jampersal (jaminan persalinan) bagi ibu hamil, bersalin nifas dan bayi baru lahir yang masuk dalam kategori miskin atau tidak punya jaminan asuransi juga tak luput dari fokus DKK Kudus.

“Kami juga telah melakukan AMP (audit maternal neonatal) untuk kasus nearmis dan kematian,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :