Tekan Angka Kematian Ibu, PUK RTMM Edukasi Kesehatan 120 Pekerja Perempuan Anggotanya

oleh -650 kali dibaca
Suasana seminar kesehatan ibu dan anak yang diikuti 120 anggota PUK RTMM PT Djarum Kudus. (Foto: YM, Minggu 28/08/2022).

Kudus, isknews.com – Pimpinan Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (RTMM) PT Djarum Kudus, menggelar seminar bertemakan Kesehatan untuk Ibu dan Anak bagi anggotanya. Acara yang menghadirkan 120 peserta perempuan itu dimaksudkan guna membantu pemerintah daerah dalam rangka menekan angka kematian ibu.

Dihadiri Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawatie dan ketua Pokja IV PKK serta sejumlah narasumber yang expert di bidang kesehatan, acara yang digelar di lantai 2 gedung pertemun kawasan Waterpark Mulia Wisata, Lau, Dawe, Kudus, berlangsung lancar, Minggu (28/08/2022).

Menurut ketua PUK PT Djarum, Ali Muslikhin yang ditemui disela-sela acara, ia mengatakan ada sebanyak 45.858 pekerja yang tergabung dalam serikat PT Djarum, di mana 95 persennya merupakan kaum perempuan. Oleh karenanya pihaknya memprioritaskan kegiatan yang bisa mengedukasi dan memberikan pemahaman tentang kesehataan kepada pekerja perempuan.

“Kami ingin, perempuan bisa mengambil peran sebagai seorang ibu untuk anak-anak, tanpa harus meninggalkan rutinitas dunia kerja. Disamping juga punya tanggung jawab mengawal pola hidup sehat di dalam keluarga,” ujar Ali Muslikhin.

Dikatakannya, karena memang sebagian besar tenaga kerja PT Djarum adalah perempuan. pihaknya juga mengedukasikan tentang pencegahan stunting dan asi eksklusif.

“Program ini baru pertama kali diterapkan untuk mendongkrak kualitas kesehataan pekerja perempuan,” terang dia.

Ketua PUK PT Djarum, Ali Muslikhin saat membuka seminar kesehatan di Waterpark, Lau Dawe, Kudus (Foto: YM, Minggu, 28/08/2022).

Selanjutnya, Ali berharap program serupa bisa dijalankan setiap tahun dengan melibatkan pekerja perempuan usia produktif, mulai dari 20-35 tahun. Kesehatan pekerja akan jadi prioritas utama yang perlu diantisipasi dan diwaspadai sejak dini, karena sering kali perempuan melalaikan faktor kesehatan tubuh. 

“Kalau semua sehat, produksi pekerja juga meningkat, jadi lebih maksimal,” sambungnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmadi menyatakan, upaya menekan angka kematian ibu dan balita menjadi PR bersama pemerintah kabupaten dan semua pihak yang terkait. 

Menurutnya, bidang ekonomi dan kesehatan perlu didorong agar segera bangkit dengan cepat, karena dua sektor ini saling berkesinambungan untuk keberlangsungan hidup masyarakat. 

Rini menyebut, kesehatan pekerja perempuan jadi satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, baik di bidang industri berskala besar maupun skala UKM. 

Dia berharap, pekerja wanita bisa memperhatikan kesehatan diri tanpa melupakan kesehatan anak, untuk mencegah terjadinya stunting. 

“Pandemi membawa dampak bagi kita semua, tidak hanya perusahaan besar, tapi juga para pelaku UKM di Kabupaten Kudus,” ujarnya.

Rini menyebut, saat ini ada 113 ribu tenaga kerja yang terdata di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kudus. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, 80 ribu di antaranya merupakan kaum perempuan.

“Kami mendorong terus upaya-upaya dari PUK serikat pekerja berbagai perusahaan, agar lebih memperhatikan para pekerjanya, terutama di bidang kesehatan. sementara perlindungan perempuan disektor pekerja kami nilai sudah baik,” tutur Rini.

Seperti diketahui angka kematian ibu di Kabupaten Kudus mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pada 2019 lalu, kasus kematian berjumlah 11 orang, naik menjadi 15 kasus pada 2020, dan 21 kasus pada 2021. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kasus kematian anak cenderung menurun, dari 123 kasus pada 2019, 122 kasus pada 2020, dan 96 kasus pada 2021.  (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.