Temuan Fosil Tengkorak Kuda Sungai Zaman Pleistosen di Museum Purbakala Patiayam

oleh

Kudus, isknews.com – Kini Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban, Jekulo, Kudus, miliki koleksi fosil tengkorak Kuda Sungai (Hippopotamidae). Fosil jenis fauna akuatik saat ini tersimpan di museum yang dikenal memiliki koleksi yang mayoritas adalah fosil fauna jenis Stegodon sp., Elephas sp.  atau gajah purba.

Kasi Sejarah, Permuseuman dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus RR. Lilik Ngesti W yang didampingi Koordinator Situs Purbakala Patiayam yang juga konsevator Fosil, Jamin mengatakan, fosil tersebut ditemukan oleh warga Sidomulyo Jekulo Kudus yang kemudian diserahkan kepihaknya.

“Kebetulan fosil tengkorak kuda air itu ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lusi yang masuk dalam wilayah Kabupaten Grobogan, oleh warga yang memang pekerjaannya adalah pemburu logam mulia.” kata Lilik, Selasa (07/07/2020).

Koordinator Situs Purbakala Patiayam yang juga konsevator fosil, Jamin saat menunjukkan fosil tengkorak Hippopotamidae (Foto: YM)

Menurut Lilik, meskipun penemuan fosil itu tidak langsung berada di kawasan situs Purbakala Patiayam, namun itu menunjukkan adanya korelasi sebaran area hulu dan hilir fosil-fosil fauna akuatik yang tersebar disekitar situs Patiayam.

“Temuan fosil itu menunjukkan habitat hidup fauna akuatik yang tersebar dari hulu hingga ke hilir dalam lapisan tanah di lingkungan air tawar, baik rawa maupun sungai, akibat gempa tektonik di zaman prasejarah,” katanya.

Saat ini fosil sendiri sudah dilaporkan ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran  setelah dilakukan pengukuran dimensi dan diametrikal tengkorak binatang purba tersebut.

“Oleh pihak BPSMP kami diminta menyimpannya terlebih dahulu, untuk nantinya akan dilakukan penelitian formal dan kajian oleh para ahli dari pihak Balai,” ujar Lilik.

Sementara itu Koordinator Situs Purbakala Patiayam yang juga konsevator fosil, Jamin menjelaskan penemuan fosil ini merupakan struktur fosil terbaik yang kini dikoleksi oleh museumnya, struktur tengkoraknya masih terlihat utuh.

Kasi Sejarah, Permuseuman dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus RR. Lilik Ngesti W (Foto: YM)

“Meski secara struktur fisik sudah dapat kami ketahui dari awal jika temuan fosil ini bukan dari kawasan area situs Patiayam ini,” kata pria yang telah memiliki sertifikat konsevator fosil ini.

“Usia fosil diperkirakan berada dalama rentang situs pleistosen atau antara tujuh ratus ribu  hingga satu setengah juta tahun yang lalu dengan titik insitu berada di wilayah Grobogan,” tutur Jamin.

Jamin menambahkan bahwa jumlah fosil purba yang ditemukan selama ini tercatat ada 17 spesies hewan purba dengan jumlah 7.800 fragmen yang sudah teridentifikasi.

“Fauna di zaman pleistosen banyak ditemukan mamalia besar yang jauh lebih besar dibandingkan turunannya yang sekarang,” terangnya.

Belasan spesies hewan purba yang ditemukan, meliputi hewan yang hidup di laut dalam, rawa, dan darat.

Adapun koleksi fosil yang berhasil ditemukan di kawasan Situs Patiayam, yakni Stegodon Trigonochepalus (gajah purba), Elephas Sp (juga sejenis gajah purba), Ceruss Zwaani dan Cervus Lydekkeri Martin (sejenis rusa), dan Rhinoceros Sondaicus (badak).

Kemudian ada temuan Brachygnatus Dubois (babi), Felis Sp (macan), Bos Bubalus Palaeokarabau (sejenis kerbau), dan Bos Banteng alaeosondaicus, serta Crocodilus sp (buaya) serta kapak genggam atau “chopper”. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :