Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Tersangka Curanmor Di Kayen Pati Dibekuk Polisi

oleh -4,712 kali dibaca

Pati, Isknews.com – Tersangka pencurian spesialis curanmor, MH (30) Warga Desa Pasuruhan Kayen, berhasil di Ringkus Unit Reskrim Polsek Kayen Polresta Pati. Dirinya diamankan usai melakukan pencurian dompet didalam Jok Motor di komplek Alun-Alun Kayen. Minggu (11/02/2024).

Sebelumnya, aksi tersangka saat melakukan pencurian dompet milik korbannya yakni Miftakhur Rohman yang di taruh didalam jok motor Terekam CCTV dan sempat Viral di media sosial.

Setelah melakukan penyelidikan pada Minggu tanggal 11 Februari 2024 pukul 10.00 WIB. Tersangka dapat di amankan di area SPBU 44.591.10 turut Dukuh Pucang Baru Desa Jatiroto Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.

“Setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka. MH mengakui perbuatannya, sedangkan untuk barang buktinya berupa dompet warna coklat merk Levi’s yang di dalamnya berisi uang tunai Rp 1,4 juta, KTP – SIM C – ATM Muamalat KCP Pati atas nama Korban dan juga STNK serta sepeda motor merk Honda Supra X tanpa plat nomor kendaraan yang dipakai oleh tersangka,” kata Kapolsek Kayen AKP Imam Basuki.

Lebih lanjut Kapolsek Kayen mengatakan, Setelah dilakukan pengecekan identitas kendaraan yang dipakai oleh tersangka didapati identitas kendaraan atas nama AS yang beralamat di Desa Tanjang 004/002 Gabus – Pati.

Unit Reskrim Polsek Kayen selanjutnya menghubungi AS. Dan benar saja, AS kehilangan sepeda motor dengan merk Honda Supra X 125 yang hilang di jalan pinggir persawahan turut Desa Tanjang Kecamatan Gabus Kabupaten Pati pada hari Senin tanggal 5 Februari 2024 sekitar pukul 14.00 WIB.

“Dari pengakuan tersangka, aksinya tersebut sudah dilakukan beberapa kali. Selain motor, dirinya juga melakukan pencurian tas yang berisikan uang tunai serta HP di area persawahan Trimulyo Kayen. Selain itu juga melakukan pencurian HP di rumah seorang warga di Desa Kayen,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, terrsangka MH saat ini ditahan dengan sangkaan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun.(Mel)

KOMENTAR SEDULUR ISK :