Terminal Bakalan Krapyak Dibuka Kembali, Peziarah Harus Taati Protokol Kesehatan

oleh
Petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus saat membuka barikade water barrier di terminal Bakalan Krapyak sebagai penanda telah dibuka kembali (Foto: YM)

Kudus , isknews.com – Sejak pukul 00.00 tengah malam dinihari tadi Terminal Wisata Bakalan Krapyak Kudus sudah dinyatakan dibuka kembali dan resmi dioperasikan. Pembukaan terminal tersebut setelah nota dinas yang diajukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus memperoleh lampu hijau dari Plt Bupati Kudus HM Hartopo.

Menurut Kasubbag Tata Usaha UPT Perparkiran dan Terminal Kabupaten Kudus, Reno Agung dirinya sudah beberapa kali mengajukan nota dinas meminta izin pembukaan terminal Bakalan Krapyak namun sempat ditunda karena Pemkab masih terus akan malakukan kajian atas pembukaan tersebut.

Cek suhu bagi para peziarah yang akan menuju ke Menara Kudus (Foto: YM)

“Didasari atas sudah dibukanya kembali terminal wisata yang lain seperti di kawasan Colo, sehingga mereka yang biasa beraktifitas usaha di terminal ini juga memohon dibukanya terminal wisata ini setelah 4 Bulan lebih ditutup, Alhamdulillah lampu hijau pembukaan terminal kini telah disetujui pak Plt,” terang Reno,Rabu (26/08/2020).

Menurutnya hingga sekitar pukul 10.00 WIB setelah dibuka sudah ada tiga armada bus yang masuk. Bus pertama membawa rombongan dari Bogor, kedua dari Madura dan ketiga dari Indramayu.

Cuci tangan sebelum memasuki area selasar menuju tempat transportasi menuju ke Menara Kudus (foto: YM)

“Kami memang sengaja buka saat tengah malam, karena biasanya bus banyak yang datang pada saat dini hari,” katanya.

Untuk protokol kesehatannya, Lanjut Reno, dari awal saat bus masuk hanya satu orang koordinator yang boleh turun untuk menyelesaikan administrasi dan membeli karcis untuk transportasi ke Menara Kudus.

“Karena kebetulan ada yang menggunakan agen tur, maka pihak agennya kami berikan sosialisasi sehingga ketika membawa tamu lagi ke Kudus harus dilengkapi dengan surat sehat atau tes cepat COVID-19 dari daerahnya,” ujarnya.

Sementara rombongan peziarah yang terlanjur, katanya, hanya diminta untuk mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan serta diukur suhu tubuhnya.

Sebelum memasuki kawasan wisata, para peziarah juga diminta menjaga jarak fisik dan jangan bergerombol.

“Begitu mereka turun dari bis, langsung diminta mencuci tangan serta diukur suhu tubuhnya oleh petugas,” ujarnya.

Koordinator rombongan peziarah dari Madura Andi Khoirul mengakui para peziarah dari Bangkalan, Madura, yang berjumlah 59 orang ini awalnya berangkat ziarah ke delapan makam wali pada Maret 2020, namun bertepatan dengan pandemi diundur.

“Baru terlaksana sekarang. Kalaupun ada syarat hasil tes cepat corona belum mengetahui. Jika nantinya diminta persyaratan demikian tentunya akan disampaikan kepada wisatawan,” ujarnya.

Mahmudi, salah satu wisatawan asal Bangkalan, Madura mengakui tidak begitu khawatir berziarah di tengah masa pandemi, sepanjang mematuhi protokol kesehatan.

Perlu diketahui, ada beberapa transportasi yang bisa digunakan peziarah dari Terminal Bakalan Krapyak Kudus menuju ke Menara Kudus. Seperti ojek, becak, dokar dan kereta kelinci.

“Setelah selesai, bus bisa diparkirkan di tempat yang disediakan dan semua penumpang bisa turun untuk dicek suhu tubuh. Semua harus pakai masker, jika kedapatan tak memakai masker harus beli terlebih dahulu,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyosialisasikan kepada awak bus dan peziarah agar saat datang juga menyertakan surat rapid test dari daerahnya masing-masing. Serta kapasitas penumpang di dalam bus harus dikurangi untuk penerapan physical distancing.

“Kalau sesuai aturan itu kapasitas ideal karena ini masa pandemi hanya 50 persen dari kapasita bus. Oleh karena itu kami terus sosialisasikan,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :