Ternak Warga Desa Rahtawu Mati Terkoyak, Diduga Diserang Macan Tutul Muria

oleh -389 kali dibaca
Foto hasil tangkapan layar tentang kematian hewan ternak warga Rahtawu akibat diterkam macan muria (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Dugaan masih adanya habitat macan tutul muria semakin diperkuat setelah diketemukannya bangkai sejumlah hewan ternak warga Desa Rahtawu Kecamatan Gebog, Kudus yang mati terkoyak-koyak dan diduga akibat diterkam macan tutul.

Informasi ini pertama kali diketahui dari postingan Edi Joko Nugroho. Dalam postingan tersebut, Joko menjelaskan secara singkat kejadian harimau yang menerkam sejumlah ternak warga Dusun Semliro.

“Pagi ini warga rahtawu semliro dihebohkan dengan 2 ekor kambing dan 2 ekor ayam warga yang di terkam harimau..setelah saya kroscek ternyata benar adanya..harimau ini mengamuk sudah sekitaran 2minggu yang lalu..banyak ayam warga yang setiap harinya hilang..kemungkinan harimau ini mengamuk ternak warga karena sedang mengasih makan anaknya..,” tulis Joko Edi Nugroho.

Menanggapi hal tersebut Kades Rahtawu Didik Aryadi kepada wartawan ditemui di Desa Rahtawu, membenarkan adanya kejadian penerkaman sejumlah ternak warga oleh harimau.

“Benar. Dua ekor kambing yang diterkam harimau tadi pagi, itu milik saya,” ujar Heri mengatakan tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB dia mendapat laporan dari warganya satu kambing miliknya yang mati. Kambing itu ditemukan mati bersimbah darah di tempat sampah dekat kandangnya.

Menurutnya, ternak warga tersebut mati akibat diduga akibat terkaman macan tutul yang turun di permukiman warga. Dan memasang dua ekor kambing, dan dua hari sebelumnya juga memasang dua ekor ayam dan mentok,” kata Jumat (04/12/2020) sore.

Didik mengatakan kejadian terbaru pada Kamis (3/12) pagi. Diduga macan tutul menerkam dua kambing milik warga Heri Susanto. Dalam kejadian itu satu hewan ternak kambing mati dengan sejumlah luka terkaman. Satu kambing selamat namun dengan sejumlah luka.

“Kemarin pagi ketahuan sudah dimakan sebagian dagingnya. Satunya sudah diterkam dan yang satu keburu ada warga kami bangun sehingga macan tutul lari ke hutan lagi. Kebetulan desa kami bertempat dekat hutan,” ujar dia.

Menurutnya kejadian tersebut sudah jarang terjadi macan turun ke permukiman warga. Didik mengatakan kejadian hewan ternak warga diternak macan terjadi sekitar 5 tahun yang lalu.

“Terakhir kejadian sekitar 5 tahun yang lalu terjadi. Setelah 5 tahun tidak apa apa. Kemarin terkejut ada kejadian itu,” ujarnya.

Menurutnya, ada hewan buas turun ke permukiman warga macan itu tengah mencari makan. Karena kata Didik makanan untuk macan di wilayah Gunung Muria mulai berkurang.

“Logika kami berada di pinggir hutan, dan dimungkinkan macan tutul itu sedang beranak sehingga tempat mencari makan berkurang. Sehingga memberikan makan anaknya mereka turun ke kampung,” ujar Didik.

“Karena kondisi di hutan cukup ramai di musim kopi tersebut,” sambungnya.

Didik mengatakan, Jumat (4/12) siang sudah dilakukan pengkajian oleh BKPSDA Jawa Tengah. Namun masih menunggu hasilnya. Menurutnya kedepan juga akan dikaji terkait dengan jumlah spesies macan tutul yang ada di Gunung Muria.

“Baik BKPSDA belum memastikan jumlahnya dan sedang dilakukan penelitian. Dan perhutani akan mengkaji lebih lanjut ada berapa spesies. Dugaan sementara tadi siang ada macan tutul ada di wilayah Muria,” jelasnya.

Didik pun mengimbau kepada warganya agar tidak memburu macan tersebut. Dia meminta atas kejadian itu warga lebih melindungi hewan ternak mereka. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.