Terpilih Duta Bahasa, Ingin Bentuk Komunitas Remaja Pemerhati Bahasa, Sastra & Budaya

oleh -650 Dilihat

Kudus, isknews.com – Pemilihan duta bahasa telah usai dilaksanakan di aula taman budaya sosrokartono Bae, Rabu, (17/5/2017) lalu, dan sudah terpilih juara satu, baik putra maupun putri.

Keduanya yakni Raynaldy Abdillah Mahendra dan Fifi Lia Rumita, kepada isknews.com mereka berdua secara eksklusif berbagi cerita dari sebelum mengikuti hingga rencana kedepan setelah terpilih.

Bernama lengkap Raynaldy Abdillah Mahendra, jejaka kelahiran Kudus,  3 Februari 1993 ini mempunyai kegemaran menyanyi dan juga membaca, Saat ini Ia tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Semarang menyelesaikan S1 pendidikan ekonomi, dan tinggal menunggu wisuda.

Persiapan sebelum test, dirinya mengamati hal-hal yang sedang marak terjadi tentang ketata bahasaan dan membuat essay mengenai seringnya penggunaan bahasa non formal daripada penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dikalangan masyarakat.

Reynaldy mengatakan, “Harapan saya kedepan setelah menjadi duta bahasa, saya sebagai duta bahasa harus memiliki kepekaan untuk ikut melestarikan bahasa, khususnya bahasa Indonesia, dan membantu balai bahasa dalam mengkampanyekan penting dan luhurnya bahasa indonesia.

Selain itu, juara duta bahasa putri, Fifi Lia Rumita, Dara kelahiran Kudus, 18 Januari 1995 silam ini kepada isknews.com menceritakan, “Persiapan sebelum tes seleksi kemarin, saya mempersiapkan berkas-berkas pendaftaran seperti CV, mengumpulkan piagam dan sertifikat saya yang berhubungan dengan kebahasaan dan kesusastraan,” ujar Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Universitas Negeri Semarang.

Lebih lanjut, warga Hadipolo Rt 1/Rw 1 kecamatan Jekulo ini juga mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan kebahasaan, berkonsultasi dengan dosen saya, kebetulan yang mendukung penuh saya adalah dosen-dosen saya dari pihak jurusan bahasa Jawa.

“Diakuinya, yang tidak kalah pentingnya adalah membuat makalah, yang nantinya Insya Allah akan menjadi program kerja saya sebagai duta bahasa di Kabupaten Kudus,” Jelasnya

“Alhamdulillah saya tidak menyangka bisa lolos menjadi Duta Bahasa Kudus 2017,” ungkapnya kepada isknews.com, Jum’at (20/5).

Keinginan setelah menjadi duta bahasa di Kabupaten Kudus, gadis yang mengaku senang membaca dan travelling ini ingin membentuk komunitas remaja pemerhati bahasa, sastra dan juga budaya.

Dimana dalam komunitas tersebut, lanjut dia,  kita sebagai remaja harus ikut serta peduli dalam rangka melestarikan bahasa, sastra dan budaya terkhusus dalam ruang lingkup kebahasaan, kesusastraan dan kebudayaan daerah yang saat ini hampir tergerus oleh adanya intervensi budaya luar.

“Rencananya, dalam komunitas tersebut, bersama Reynaldy, kita adakan sosialisasi dan sekaligus mengenalkan, serta mendidik anak-anak untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, kita juga akan mengenalkan kebudayaan seperti karya sastra Jawa berupa geguritan (puisi berbahasa Jawa), tokoh wayang, kethoprak cilik dan lain sebagainya.” Harapnya serius  (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.