Tim Sergab Mabesad Pantau Serapan Gabah Di Kudus

oleh -1,001 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0722 Kudus, siang tadi di kunjungi oleh  Ketua Koordinator Tim Sergap (Serap Gabah Petani) Mabesad TNI AD Mayjen TNI Bambang Haryanto  bersama rombongan, Selasa (6/6/17).

Tim Sergap ini dibentuk oleh Mabesad untuk meningkatkan serapah gabah petani, dan merupakan tim yang memantau kondisi perberasan dan gabah yang ada di Indonesia dan pemerintah melalui Tim sergap dari Mabesad terus berkeliling ke daerah-daerah untuk melihat kualitas dan kuantitas serapan gabah yang dihasilkan oleh para petani di Indonesia.

Kunjungan Mayjen Bambang Haryanto yang juga merupakan Staf Khusus Kasad siang tadir di wilayah kodim 0722 Kudus bersama 28 orang anggota tim Sergap Mabesad Jakarta, adalah dalam rangka memantau serapan gabah yang ada di Wilayah Kabupaten Kudus.

Selain Mayjen Bambang kujungan tersebut juga diikuti oleh Kolonel Inf Parwito Sekretaris Koordinator Sergab, . Kasiter Korem 073 Makutarama Letkol Inf Tedi Himawan.

Kunjungan mereka disambut oleh Dandim Kudus Letkol CZI Gunawan Yudha Kusuma, Kasdim Mayor Inf Sagimin, Kasi Pengadaan Sub Divre Bulog Pati, Suyoko, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Catur Sulistiyanto, Sub Divre Bulog Kaliwungu Kab. Kudus, Jauhari.

Dalam penjelasan kepada Tim Sergab, Dandim Kudus Gunawan Yudha Kesuma Memaparkan situasi dan kondisi wilayah Kab. Kudus tentang penyerapan gabah petani kepada Bulog dan melaporkan perkembangan hasil sergap yang dicapai oleh petani di Kudus.

“Hingga bulan Juni 2017 capaian serapan sudah mencapai 27,61 % dan di  Kabupaten Kudus wilayah Kecamatan Undaan merupakan lumbung padi terbesar dan sebagai penyangga pangan yang berada di wilayah Eks Karisidenan Pati,” ujarnya.

“Kec Undaan Kab Kudus selalu menjadi terget perhatian Pemerintah Kabupaten maupun pusat dalam penyerapan gabah maupun beras dan diharapkan harus memenuhi target,” tuturnya.

Sementara itu  Staf Khusus Kasad/Koordinator Sergap Mabesad, Mayjen TNI Bambang Haryanto, dalam sambutannya menyampaikan, Keberhasilan kerjasama serap gabah antara TNI AD dengan Kementrian pertanian adalah kerjasama yang sangat strategis, dalam upaya mengembalikan Negara Indonesia sebagai negara agraris yang berswasembada pangan.

“Indonesia merupakan negara agraris terbesar di dunia, namun sangat ironis negara sesubur Indonesia harus impor beras dari Vietnam, Petani harus bisa mandiri dan harus memiliki kemampuan ekonomi yang memadai. Untuk dapat menjabarkan dan mewujudkan kebijakan Presiden terkait swasembada pangan diperlukan sinergitas,” ungkap Bambang.

Rakyat Indonesia harus menuju kemandirian ekonomi melalui kemandirian pangan diantaranya menjadi eksportir bukan importir. Salah satu aspek sinergitas diantaranya memiliki tujuan mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan bagi petani.

Stok beras yang ada di gudang Bulog harus mampu menjamin minimal 6 bulan dan semua hasil pertanian harus bisa diserap untuk menjadikan ketahanan pangan sehingga dapat tercapai swasembada pangan. Perlu digalakkan kembali lumbung-lumbung padi dalam masyarakat.

Untuk mewujudkan realisasi kebijakan perlu diciptakan managemen kerja yang baik, jika managemen tidak dibangun keberhasilan tidak akan tercapai. Karena dinamika kerja dan kesepahaman dilapangan disesuaikan dengan fungsi dan peran serta Job description masing-masing.

“Divre dan subdivre mempunyai mitra dan mitra harus mempunyai jiwa nasionalisme dimana apabila senang ikut senang dan jika susah ikut susah. Hasil panen diharapkan bisa dibeli oleh mitra bukan oleh tengkulak,” tambahnya.

Tugas teritorial diantaranya adalah membasmi para tengkulak karena tengkulak ibaratnya lintah yang menyerap darah dan merugikan para petani. “Pemerintah membantu dalam pertanian agar petani tidak mengeluarkan biaya yang besar dalam pertanian”, pungkas Bambang. (YM)

 

KOMENTAR SEDULUR ISK :