TPP P3MD Jateng Kunjungi TA Kudus, Pantau dan Konsultasi Permendes 13

oleh

Kudus, isknews.com –  Tenaga Pendamping Profesional dalam Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) atau biasa disebut Pendamping Desa Kabupaten Kudus hari ini peroleh kunjungan monitoring dan konsultasi dari Tim TPP P3MD Provinsi Jawa Tengah di kantor TA Kabupaten Kudus, Senin (19/10/2020).

Menurut juru bicara TPP P3MD Kudus, Bambang Sulistyono, saat ditemui media ini, kunjungan mereka adalah dalam rangka memantau terkait  pelaksanaan  Permendes No.13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2021.

“Permendes ini  telah diundangkan pada 15 September 2020 guna menetapkan prioritas penggunaan dana desa tahun berikutnya, targetnya untuk membantu pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Nasional,” kata Bambang.

Sementara tim dari TPP P3MD Provinsi Jawa Tengah, yang hadir adalah Akhmad Shaomy Nugroho, yang merupakan  Tenaga Ahli Madya Infrastruktur Desa Provinsi Jawa Tengah, didampingi oleh HK. Prayogo,  Koordinator TA P3MD Kab. Kudus.

Akhmad Shaomy Nugroho, Tenaga Ahli Madya Infrastruktur Desa Provinsi Jawa Tengah, saat hadir di kantor TPP P3MD TA Kudus (Foto: istimewa)

Dalam wawancara disela-sela kunjungannnya,  saat disinggung terkait prioritas penggunaan dana desa 2021, Akhmad Shaomy mengatakan, pihaknya lebih menitikberatkan pada prioritas penyediaan listrik desa untuk mewujudkan desa berenergi bersih dan terbarukan seperti tercantum pada pasal 6 ayat 1 huruf b peraturan menteri desa PDTT RI no.13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021.

“Pada lampiran permendes tersebut pula disebutkan bahwa sarana dan prasarana energi adalah salah satu sektor strategis nasional dalam rangka pemulihan ekonomi nasional  yang menjadi prioritas untuk dibiayai oleh DD, selain Jaringan Pengaman Sosial atau JPS dan program desa aman Covid 19,” terangnya.

Menurutnya, Kementerian desa PDTT  melalui permendes No.13 Tahun 2020 juga membagi menjadi 8 tipologi desa dan 18 tujuan SDG’s Desa  atau tujuan pembangunan berkelanjutan desa, dimana desa berenergi bersih dan terbarukan masuk pada tipologi nomer 4 yaitu desa peduli lingkungan.

“Contoh untuk kegiatan Penyediaan listrik Desa  itu seperti misalnya, pembangkit listrik tenaga mikrohidro, pembangkit listrik tenaga biodiesel, pembangkit listrik tenaga matahari, pembangkit listrik tenaga angina, instalasi biogas dan jaringan distribusi tenaga listrik  yang bukan dari Perusahaan  Listrik Negara. Dimana untuk mewujudkan penyediaan listrik Desa  sesuai dengan kewenangan  Desa  dan  diputuskan dalam Musyawarah Desa,” terang Shaomy.

Di provinsi Jawa Tengah terangnya,  dari 7809 desa sepenuhnya sudah teraliri listrik oleh PLN dengan baik. Hanya saja terkait dengan maraknya pembangunan destinasi wisata dengan memanfaatkan potensi alam berupa hutan, perbukitan dan areal persawahan yang sulit dijangkau oleh jaringan distribusi listrik PLN maka memungkinkan untuk kemudian penyediaan listrik desa dengan memanfaatkan energy bersih terbarukan bisa dilakukan.

“Layanan Solar home system  atau system penyedian listrik tenaga matahari skala kecil menjadi alternative dengan biaya murah dalam rangka menjawab hal tersebut. Disamping itu penyediaan listrik  solar home system juga bisa digunakan untuk melayani masyrakat ketika di pasang di fasilitas fasilitas milik pemdes seperti PAUD, POLINDES, atau fasilitas pemdes lainnya yang membutuhkan sumber energy listrik bersi dan terbarukan,” tuturnya.

Penyediaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) juga menurut Shaomy menjadi salah satu contoh kegiatan yang bisa dilakukan dalam rangka mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan SDG’s, melalui program tersebut mengingat masih banyak desa dengan kondisi akses jalan sangat gelap apabila malam hari.

“Paling tidak program tersebut dapat menggeliatkan aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat tidak hanya di waktu siang hari saja tetapi termasuk kegiatan ekonomi masyarakat di waktu malam hari, sekaligus dengan akses jalan desa yang terang juga dapat meminimalisir adanya tindak kejahatan di desa,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :