Tradisi Lebaran, Permintaan Ayam Kampung dan Entok Melonjak Tinggi Jelang Idul Fitri

oleh -145 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Suasana pasar ayam kampung dan entok di depan BG pada Senin (8/4/23) terlihat sangat ramai menjelang Hari Raya Idul Fitri. Harga ayam kampung dan entok mengalami kenaikan yang signifikan, berkisar antara Rp 90.000 hingga Rp 300.000 per ekor, seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat yang ingin mempertahankan tradisi memasak opor ayam kampung sebagai hidangan spesial saat Lebaran.

Kahar, salah satu pedagang ayam kampung asal Wergu Wetan, mengatakan, “Mulai dari kemarin hingga pagi ini, pelanggan sudah mulai ramai. Permintaan ayam kampung dan entok memang selalu tinggi menjelang Lebaran. Banyak orang yang mencari ayam kampung berkualitas untuk dijadikan bahan utama dalam pembuatan opor yang lezat.”:Terang Kahar.

Selain jual beli ayam kampung dan unggas lainnya, di lokasi tersebut juga disediakan jasa penyembelihan dan pembersihan ayam menggunakan mesin bubut. Layanan ini bertujuan untuk memudahkan pembeli dalam mempersiapkan ayam kampung yang siap diolah menjadi opor lezat untuk disajikan saat Idul Fitri. Jasa penyembelihan dan pemotongan ayam hingga siap masak dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 per ekor.

Para pedagang mengungkapkan bahwa permintaan ayam kampung dan entok selalu meningkat tajam setiap tahunnya menjelang Lebaran. Mereka harus menyiapkan stok yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Beberapa pedagang bahkan harus menambah jumlah karyawan untuk membantu melayani pelanggan yang semakin ramai.

Meskipun harga ayam kampung dan entok mengalami kenaikan, masyarakat tetap antusias untuk membelinya. Mereka menganggap bahwa kualitas dan cita rasa ayam kampung lebih unggul dibandingkan ayam potong biasa. Selain itu, memasak opor ayam kampung juga dianggap sebagai simbol kemakmuran dan kebersamaan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Tradisi memasak opor ayam kampung saat Lebaran sudah berlangsung sejak lama dan terus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia. Banyak keluarga yang merasa belum lengkap jika belum menyajikan opor ayam kampung di meja makan saat Idul Fitri. Bahkan, beberapa keluarga juga membagikan opor ayam kampung kepada sanak saudara dan tetangga sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di hari yang fitri.

Tingginya permintaan ayam kampung dan entok menjelang Lebaran menjadi berkah bagi para pedagang. Mereka berharap dapat meraih keuntungan yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, para pedagang juga berharap agar pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok agar tidak memberatkan masyarakat dalam mempersiapkan hidangan spesial untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. (Istimewa).

KOMENTAR SEDULUR ISK :