Tuding Terima Gratifikasi dari Pemborong, BPD Kedungdowo Laporkan Ketua RW ke Polisi

oleh -1,585 kali dibaca
Ketua BPD Kedungdowo, Kaliwungu Abdul Ghofur saat menggelar jumpa pers, telah melaporkan seorang ketua RW akibat menudin mereka terima gratifikasi dari pemborong rehab jalan di wilayahnya, Senin 1/11/2022 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Tak terima dituding terima gratifikasi dari pelaksana rehabilitasi jalan beton yang ada di wilayahnya, sejumlah anggota Badan Permusyawarata Desa (BPD) Kedungdowo, Kecamatann Kaliwungu, Kudus melaporkan ketua RW berinisial R (57) ke Polres Kudus.

Laporan dilakukan pada Minggu, 20 November 2022 atas tindak pidana pencemaran nama baik, fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh R (57) ketua RW 01.

Hal itu dijelaskan oleh Abdul Ghofur, ketua BPD Kedungdowo dalam jumpa pers yang dia lakukan di aula Balai Desa dengan dihadiri sejumlah anggota BPD yang lainnya. Ghofur meyampaika pihakya terpaksa melakukan pelaporan tersebut karea isu bahwa anggota BPD telah menerima sejumlah uang gratifikasi oleh pemborong atau pelaksana proyek kini telah menyebar ke seantero warga Desa Kedungdowo.

“Karena kami merasa telah difitnah, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Maka kami melaporkan saudara R kepada pihak berwajib sekaligus menjaga marwah BPD yang telah dicoreng,” unngkapnnya, Senin (21/11/2022).

Dalam jumpa dengann awak media tersebut, wakil Ketua BPD Kedungdowo Ari Abdul Rahman menjelaskan, persoalan berawal dari temuan buruknnya kualitas rehab jalan yang ada di wilayah RW 1 sehingga ketua R selaku ketua RW mengumpulkan sejumlah ketua RT diwilayahnnnya untuk melakukan rapat koordinasi membahas hal tersebut, termasuk juga mengundang ketua BPD Desa setempat.

Ari saat itu hadir rapat koordinasi dalam kapasitas mennggantikan ketua BPD yang saat itu berhalanga hadir. Dalam rapat yang dipimpin oleh R dihadiri sejumlah ketua RT, tokoh masyarakat, warga dan perangkat desa setempat.

“Rencananya, dalam rapat tersebut akan dilakukan pembahasan pembangunan jalan di empat titik di RW 1 yang memang kondisinya rusak setelah dibangun,” jelasnya saat menggelar jumpa pers bersama ketua BPD dan sejumlah anggota di Balai Desa Kedugdowo, Kaliwugu, Kudus.

Pembangunan rehabilitasi jalan beton di empat titik dilakukan di RW 01 dialokasikan dari dana Bantuan Gubernur (Bangub) seilai Rp 150 juta.

“Awal dari undangan rapat ada 12 November pukul 19.30 WIB, saya hadir sebagai perwakilan Ketua BPD, karena ketua saat itu tidak bisa hadir. Dalam rapat itu, kenyataan yang terjadi adalah penghakiman yang dilakukan oleh R, yang menuding kepada sejumlah pihak telah menerima gratifikasi dari pelaksana rehabilitasi jalan,” jelas Ari.

Saat itu, lanjut Ari, R mengakat tanganya dengan melipat map dan berteriak jika ketua BPD telah menerima uang grafitikasi dari pemborong proyek bangunan betonisasi yang berada di wilayah Dukuh Krajan tersebut.

“Saat rapat dihadapan tamu undangan, R berteriak ketua BPD ‘entok’ yang dalam artinya itu ‘BPD dapat amplop dari pemborong proyek tersebut,” ujarnya.

Setelah adanya pernyataan itu, pihaknya yang jadi perwakilan BPD mencoba untuk menjelaskan jika tidak mendapatkan apapun dari pembangunan jalan itu.

“Saat itu saya yang jadi perwakilan menjawab tidak mendapatkan apapun. Akan tetapi, R tidak percaya dan menyebut jika dia (R, red) memiliki bukti. Saya minta mana buktinya malah tidak dikasih lihat,” kata Ari.

Disisi lain, Ketua BPD Abdul Ghofur yang mendengar nama baiknya yang telah dicemarkan dalam forum itu mengadakan rapat bersama 9 anggota BPD. Dalam rapat itu, pihaknya membahas kelanjutan pencemaran nama baik yang dilakukan R untuk dibawa ke jalur hukum.

“Saya yang mendengar itu langsung mengadakan rapat untuk dilakukan proses selanjutnya. Dan akhirnya pada Minggu kemarin kami melaporkan ke polisi yang diwakili oleh advokat kami Muhammad Munif,” kata dia.

Dari kejadian itu, pihaknya merasa sangat dirugikan dan menderita kerugian imateriil karena harkat dan martabatnya diserang dan dipermalukan di depan umum oleh R.

Sementara itu, R ketua RW 01 yang dtemui awak media terkait laporan tersebut mengaku mempersilahkan bila ada pihak-pihak yang yang merasa telah ia cemarkan nama baiknya untuk melapor.

“Sebagai wakil warga semestinya mereka tak harus bereaksi yang berlebihan bila ada pihak-pihak yang mengkritiknnya. Karena saya sebagai ketua RW kan juga meneruskan apa yag menjadi curahan dan ungkapan hati serta suara warga kepada mereka,” terangnya.

Disinggung tentang sikap dia pasca pelaporan dirinya ke polisi oleh anggota BPD, R mengatakan pihaknya akan mempelajari dan belum menngambil sikap apapun.

“Saya akan pelajari terlebih dahulu dulu laporan itu dan belum menngambil sikap kearah apapun, termasuk upaya lapor balik,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.