Tujuh Jabatan Kepala Dinas di Kudus Kosong, Seleksi Terbuka Segera Digelar

oleh -969 Dilihat
Foto: Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat melantik Pejabat di Kudus pada Selasa 30 September 2025.

Kudus, isknews.com – Pasca mutasi pejabat tinggi pratama, tujuh jabatan kepala dinas di Kabupaten Kudus kini mengalami kekosongan. Untuk mengisi posisi strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus segera membuka seleksi terbuka (selter) yang rencananya dimulai pertengahan Oktober 2025.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan, seleksi ini terbuka bagi pejabat di lingkungan Pemkab maupun dari luar daerah. “Targetnya pertengahan bulan Oktober 2025 bisa dimulai untuk seleksi terbuka. Pejabat dari luar daerah juga bisa mendaftar,” ujarnya saat ditemui usai pelantikan di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (30/9).

Adapun tujuh jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang kosong, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Asisten III Administrasi.

Bupati menekankan bahwa mutasi maupun promosi jabatan merupakan hal biasa dalam birokrasi yang sehat. “Semua proses harus sesuai dengan rekomendasi dan izin dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sementara jabatan yang kosong untuk sementara diisi oleh pelaksana tugas (Plt),” jelasnya.

Menurut Sam’ani, tidak ada OPD yang dianggap lebih penting dibandingkan lainnya. “Semua OPD penting karena dibentuk berdasarkan kebutuhan daerah. Antar OPD harus saling menopang dan berkontribusi untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Kudus,” katanya.

Ia berharap dengan adanya mutasi dan rolling jabatan, kinerja birokrasi semakin meningkat. Pejabat yang baru dilantik diminta menjaga integritas, meningkatkan pelayanan publik, serta berinovasi menghadapi tantangan, termasuk digitalisasi layanan.

Dalam mutasi kali ini, sebanyak 12 pejabat dilantik. Di antaranya Harso Widodo yang kini menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), menggantikan Eko Hari Djatmiko yang bergeser menjadi Kepala Pelaksana Harian BPBD. Posisi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kini ditempati Abdul Halil, sementara Mutrikah berpindah menjadi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.

Bupati menegaskan, mutasi dan promosi merupakan bagian dari estafet kepemimpinan. “Saya berharap pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkasnya. (AS/YM)