Tukang Becak di Kudus, Perjuangan Hadapi Perubahan Zaman

oleh -248 Dilihat

Kudus, isknews.com – Di tengah hiruk-pikuk kendaraan bermotor yang melintas di jalanan kota Kudus, sejumlah tukang becak masih bertahan, menjadi saksi hidup atas geliat ekonomi dan perubahan zaman. Di bawah terik matahari yang menyengat, mereka tetap mengayuh becak, mengandalkan tenaga demi sesuap nasi.

 Jono salah satu tukang becak yang telah mengayuh becak kurang lebih 30 tahun, mengaku pendapatannya tak lagi menentu. Dulu, becak menjadi andalan masyarakat. Kini, persaingan dengan ojek online membuat penumpang makin sepi. Namun semangatnya tak padam.

“Sekarang sepi mass, terkadang sampai jam 4 sore itu gak pernah ada penumpang mas. Sekarang itu kan zaman nya Ojek Online itu kan,” tuturnya lirih.

 Tak hanya sekadar alat transportasi, bagi mereka becak adalah bagian dari hidup. Menjadi tukang becak bukan hanya soal pekerjaan, tapi juga perjuangan melawan waktu dan keadaan.

 “Kadang sehari cuma dapat 30 ribu mas, nunggu penumpang sampai malam ,” ungkap  Narto  sambil membenarkan topi lusuh yang menutupi wajahnya dari matahari.

Meski bukan asli warga Kudus, para tukang becak seperti  Jono dan  Narto  telah lama merantau dan mengais rezeki di kota ini. Mereka datang dengan harapan, menetap dengan perjuangan. Di tanah rantau, mereka menggantungkan hidup dari kayuhan becak yang kini mulai terpinggirkan. Bagi mereka, Kudus bukan sekadar tempat mencari nafkah, tapi sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup. (Afif)

KOMENTAR SEDULUR ISK :