Tukang Ojek, PKL, Sopir dan Penjahit Rumahan Peroleh Paket Sembako Dari Gus AMI

oleh

Kudus, isknews.com – Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyalurkan sejumlah bantuan berupa ratusan paket sembako kepada para pekerja yang akibat pandemi covid-19 kini kehilangan penghasilan utamanya.

Sugeng, tukang ojek Menara yang kini sepi order dan jadi pekerja serabutan sat ditemui Mukhasiron, sekretaris DPPC PKB Kudus untuk berikan bantuan sembako dari Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: YM)

Disalurkan oleh DPC PKB Kudus, sejumlah bantuan tersebut diberikan secara simbolik oleh Mukhasiron sekretaris DPC PKB Kudus. Pelaksanaan penerimaan bantuan dilakukan di 2 lokasi berbeda dengan target sasaran kelompok pekerja yang berbeda, Kamis (21/05/2020).

Di Kelurahan Purwosari puluhan tukang ojek wisata dan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di depan sekolahan di undang dan menerima bantuan sembako dari pimpinan pusat PKB tersebut.

Choirul Anwar, PKL yang berjualan di depan sekolah saat menrima bantuan sembako dari Gus AMI (Foto: YM)

Sedangkan pada sorenya, giliran para sopir travel serta penjahit rumahan yang biasa menerima order dari pengusaha konveksi, ikut ceria menerima bantuan paket sembako tersebut.

Usai memberikan bantuannya, Mukhasiron kepada awak media mengatakan, hari ini kami melaksanakan amanah dari bapak Muhaimin Iskandar untuk memberikan sembako kepada para PKL yang berjualan di sekitar sekolahan karena selama musim liburan ini teman-teman PKL yang biasa tersebar di sejumlah sekolah ini juga ikut terdampak covid-19 karena sekolah libur.

“Begitu juga dengan tukang ojek, karena di sini banyak makam yang sering disinggahi banyak orang yaitu makam Sunan Kudus dan Sunan Muria. Ssekarang pengurus kedua makam tersebut memberlakukan protokol kesehatan dengan membatasi pengunjung bahkan ada larangan dari pemerintah, sehingga para tukang ojek ini kehilangan mata pencaharian Tidak bisa ngojek lagi,” ungkapnya.

Berpose bersama para sopir travel dan bus pariwisata di Kudus (Foto: YM)

Sementara pertimbangan pemberian kepada sopir travel menurutnya, didasari pada kondisi banyak rental mobil bus mini, bus besar, ternyata Mereka banyak yang libur karena tempat wisata banyak yang tutup.

Bila sebelumnya banyak menggunakan jasa supir-supir untuk rekreasi anak-anak sekolah, ternyata kini tidak bisa lagi mengikuti program sekolah rekreasi dan kami memilih mereka karena keluhan bahwa mereka adalah pihak yang paling terdampak dari covid-19.

“Sasaran berikutnya untuk hari ini adalah kepada sopir travel maupun sopir pariwisata, yang kedua di sini kan kota industri, banyak home industri yang mempekerjakan ibu-ibu dari rumah, mereka mengambil pekerjaan dari majikan kemudian dikerjakan dirumah, sekarang mereka pun pada sepi, jualan di pasar pun dibatasi, toko-toko juga dibatasi akibat Covid-19,” ujar dia.

Usai pemberian tersebut Sugeng yang mewakili tukang ojek Menara, Choirul Anwar yang mewakili PKL sekolahan, Juri yang merupakan sopir travel dan Noor warga Wrgu Wetan yang mewakili para penjahit rumahan secara kompak mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Muhaimin Iskandar, atas bantuan paket sembako yang diterimanya.

“Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban dari kami semua, selaku pihak yang terdampak atas Covid-19 dan saya secara pribadi mendoakan kepada bapak Muhaimin, semoga menjadi pemimpin yang amanah berkah dan mendapat ridho dari Allah subhanahu wa ta’ala,” ucap Yuri Hilal Haidar, sopir travel itu. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :