,

Ubah Mindset dan Perluas Wawasan, PAC Ansor Kota Kudus Gelar Ngaji Politik dan Anggaran

oleh -837 kali dibaca

Kudus, isknews.com – PAC GP Ansor Kota Kudus menggelar soft launching Ngaji Politik dan Anggaran yang digelar perdana pada Senin 27 Mei 2024 malam, di Aula Pertemuan Hotel Poroliman.

Ketua PAC Ansor Kudus, Irvan M. Hussein mengatakan, Kegiatan ini nantinya akan berbentuk Dialog Interaktif selama 5 kali pertemuan dengan menghadirkan para nara sumber yang kompeten di bidangnya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk Mengubah Mindset negatif Kader Ansor terhadap Politik, Memberikan wawasan dalam Politik dan Anggaran, Memberikan pedoman aturan dan etika berpolitik, Memotivasi Kader Ansor untuk aktif mengawal pelaksanaan anggaran pemerintah di tiap tingkatan dan Merumuskan rekomendasi tentang Kriteria Pemimpin yang baik sebagai sebuah acuan,” terangnya kepada wartawan usai acara.

Adapun peserta kegiatan, lanjut Irvan, ditujukan untuk Generasi Muda NU di wilayah Kecamatan Kota dan sekitarnya, khususnya bagi para kader Ansor. Panitia tidak membatasi jumlah peserta agar pelatihan awal ini bisa berlangsung dengan lebih terbuka bagi siapa saja.

Irvan menyebut lebih terperinci, jika alasan digelarnya kegiatan tersebut bermula dari Sebagian kader Ansor yang masih berpendapat bahwa politik itu kotor dan harus dijauhi. Sehingga anggapan seperti itu membuat kader kita sangat apatis, apriori (benci), dan alergi dengan politik serta segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Menurutnya, Hal itu mungkin terjadi karena hasil pantauan kader di dunia nyata dan lewat dunia maya terhadap politik selama ini selalu menunjukkan gejala yang buruk. Orang-orang yang terlibat di dalamnya dapat bergeser orientasi politiknya menjadi politik imperialis, berkhianat, perilaku korup dan semena mena.

Terlebih, masih kata Irvan, Peran Ansor dalam Politik dan Anggaran Ansor sebagai Badan Otonom NU adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam tubuh Nahdlatul Ulama. Dalam pendiriannya, NU bukanlah sebuah organisasi politik yang berorientasi pada kekuasaan.

“NU merupakan organisasi jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah yaitu bentuk organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Jadi, kiprah para kader Ansor dan NU secara umum, dalam percaturan politik dari dulu hingga sekarang dibutuhkan masyarakat dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan, meneguhkan NKRI, menjaga stabilitas negara, dan mewujudkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Sementara itu, Mawahib, Pengurus Ansor Jawa tengah mengapresiasi kegiatan tersebut untuk memberikan wawasan para kader supaya berpandangan luas, “Para generasi sekarang atau dalam hal ini kader ansor diharapkan melek politik sehingga bisa memberikan politik yang santun, merangkul, damai, dan ini pembelajaran untuk semua, karena basic organisasi akan melahirkan sebuah maha karya terkait bagian dari civil society, diantaranya lewat organisasi kepemudaan dan komponennya,” ungkapnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :