Ulah Suporter Lempar Batu, Botol dan Bom Asap Panpel Persiku Dijatuhi Sangsi

oleh

Kudus, isknews.com – Komisi Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng menjatuhkan sanksi denda senilai Rp2 juta kepada panitia pelaksana (panpel) pertandingan  saat pelaksanaan pertandingan antara Persiku Kudus vs Berlian Rajawali USM tanggal 17 Juli 2019 di Stadion Wergu Wetan Kudus.

Sanksi itu tertuang dalam surat keputusan Komdis Asprov PSSI Jateng yang ditandatangani Yakub Adi Krisanto tertanggal 27 Juli 2019. Dalam surat itu disebutkan Komdis menemukan fakta berupa tingkah laku buruk supporter Persiku Kudus yang tidak patut dilakukan.

Bom asap (Flare) yang dinyalakan suporter Persiku saat pertandingan uji coba antara Persiku Kudus melawan Persebi Boyolali beberapa saat yang lalu (Foto: YM)

Hal itu dijelaskan oleh ketua Panitiya Pelksana (Panpel) Liga 3 Jawa Tengah Persiku Kudus Christian Rahadiyanto, melalui perbincangan WA dengan media ini, menurutnya Tingkah laku buruk yang dimaksud adalah suporter Persiku Kudus saat laga pertama di Stadion Wetan Kudus saat itu dianggap tidak mengindahkan sikap sportif, respect dan fairplay.

“Karena adanya penyalaan flare dan smoke bomb oleh suporter Persiku Kudus,  penonton di Tribun Timur sebelah Utara saat pelaksanaan pertandingan antara Persiku Kudus vs Berlian Rajawali USM tanggal 17 Juli 2019 di Stadion Wergu Wetan Kudus. itu melanggar Pasal 44 Regulasi Liga 3 Zona Jateng 2019,” kata Christ, Kamis (25/07/2019).

TRENDING :  Rajawali Rebut Peringkat Tiga Turnamen Voli Desa Pladen Cup

Atas pelanggaran yang dilakukan suporter itu, Komisi Disiplin Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah menjatuhkan hukuman kepada panitia pelaksana pertandingan Persiku Kudus  dengan denda sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) dan dibayarkan ke rekening Asosiasi PSSi Provinsi Jawa Tengah.

Bila hingga tenggat berakhir denda itu belum dibayarkan, panpel dilarang menyelenggarakan kompetisi Liga 3 Zona Jateng dan akan memberikan sanksi tambahan.

TRENDING :  Setiap Kecamatan Harus Punya Olahraga Unggulan

.“Kami menerima sanksi denda yang dijatuhkan Komdis PSSI Jateng itu. Kami akan bayar denda itu. Kami anggap ini sebagai pembelajaran bersama, untuk suporter, panpel dan manajemen Persiku Kudus,” jelas Ketua Panpel Christian Rahadiyanto.

Pertandingan itu sendiri berkesudahan 1-0 untuk kemenangan tuan rumah Persiku Kudus. “Meski flare dinyalakan seusai pertandingan, dan sebagai bentuk selebrasi kemenangan namun pengawas pertandingan tetap menganggap hal itu sebagai bentuk pelanggaran,” ujar dia.

Selain kasus perilaku supporter pada pertandingan pertama, hari ini kita juga peroleh undangan dari Asprov untuk menghadiri Sidang Komisi Disiplin Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Tengah yang akan dlaksanakan pada Sabtu, (27/07/2019) di  Kantor Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Tengah.

TRENDING :  Ketua KONI : Percepatan Penetapan Kudus Tuan Rumah Poprov 2022 Pengaruhi Kesiapan Venue

Undangan itu untuk memberikan keterangan terkait pertandingan Liga 3 Jawa Tengah 2019 antara Persiku Kudus melawan Persekat Kabupaten Tegal yang dilangsungkan Rabu, (24/07/2019) yang sempat diwarnai hujan botol minuman mineral dan batu yang dilempar ke lapangan akibat terprovokasi pemain lawan.

“Kita belum tahu soal hukuman apa yang diberikan terkait pertandingan hari Rabo, karena Asprov melihatnya saat pertandingan berlangsung sebelum dan sesudah, pada dasarnya kita dari panpel dan manajemen minta kerja sama kepada semua pihak terutama Suporter demi tim Persiku, kita tetep bersaudara dan jangan sampai merugikan tim kebanggan kita” ujar dia.

Himbaun untk pedagang pertandingan yg akan datang menurutnya tidak akan lagi diijinkan para pedagang asongan menjual botol air minum di dalam stadion.

“Karena melihat kejadian sore kemarin, botol itu di pakai supporter untuk melempar,” tandasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :