UMKU Siapkan Fakultas Kedokteran, Bangun Gedung Baru Mulai Oktober

oleh -337 Dilihat
Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, SKp., M.Kes. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, isknews.com – Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) terus memperkuat langkah strategisnya untuk membuka Fakultas Kedokteran. Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, SKp., M.Kes., mengungkapkan bahwa proses pendirian fakultas tersebut sudah mulai dirancang, dengan fokus pada pemenuhan syarat akreditasi dan penguatan infrastruktur serta sumber daya manusia (SDM).

“Untuk bisa mendirikan Fakultas Kedokteran, syaratnya adalah akreditasi institusi harus unggul atau minimal 50 persen program studi yang ada harus terakreditasi unggul. Maka dari itu, sejak sekarang kami mulai menyiapkan SDM dan sarana-prasarana,” jelas Edy saat ditemui dalam Pembukaan Pelatihan Instruktur Dasar Nasional (PIDNAS) PC IMM Kudus, Minggu (6/7/2025).

Ia menambahkan, pembangunan gedung baru empat lantai (Insya Allah) akan dimulai pada Oktober 2025 di area depan kampus utama UMKU. Gedung ini nantinya akan disambung dengan bangunan tujuh lantai. Sementara itu, program studi kesehatan akan dipusatkan di kampus utama, sedangkan prodi non-kesehatan akan difokuskan di kampus dua.

“Kalau dana mencukupi, kami masih punya lahan di sebelah yang sudah memiliki DED (Detail Engineering Design) untuk gedung 13 lantai,” lanjutnya.

Dari sisi SDM, UMKU juga gencar mempersiapkan dosen berkualifikasi doktor. “Saat ini ada sekitar 40 dosen kami yang sedang menempuh pendidikan S3,” ungkapnya.

Selain itu, UMKU berkomitmen memberikan beasiswa kepada warga Kudus yang kurang mampu agar bisa mengakses pendidikan tinggi. “Harapan kami, tidak hanya Fakultas Kedokteran, tapi semua prodi bisa menjadi tempat kuliah bagi warga Kudus. Dan kami siap memberikan beasiswa,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Edy juga menyinggung peluang kerja sama internasional yang kini sedang dijajaki UMKU. Beberapa mahasiswa telah mengikuti program pelatihan bahasa Jepang sebagai persiapan magang ke luar negeri. Saat ini, ada enam mahasiswa yang tengah menjalani pelatihan intensif selama enam bulan.

“Magang ini akan diakui sebagai bagian dari SKS perkuliahan. Untuk tahap awal, magang difokuskan di bidang kesehatan. Namun ke depan, program ini bisa dikembangkan untuk bidang teknik,” terangnya.

Selain Jepang, UMKU juga mulai menjalin komunikasi dengan institusi di Taiwan untuk program serupa, terutama di bidang teknik. Edy menyebut, sudah ada sekitar 10 hingga 15 mahasiswa UMKU yang telah berangkat magang ke Jepang, meskipun belum seluruhnya terdata secara terorganisir.

“Mereka ada yang di panti jompo, rumah sakit, dan klinik. Untuk bidang manufaktur memang belum,” tutupnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :