Unik dan Berkesan, Pernikahan di Desa Kesambi Kudus Digelar Saat Banjir

oleh -536 Dilihat
Pesta pernikahan yang tetap berlangsung meski kawasan sekitar rumah tergenang banjir. (Foto: Istimewa)

Kudus, isknews.com – Pesta pernikahan pasangan Rahmatul Ummah Fitriyani dan Firdaus, warga Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, tetap berlangsung meski kawasan sekitar rumah tergenang banjir.

Di tengah kondisi tak biasa tersebut, prosesi pernikahan justru berjalan lancar dan penuh keceriaan, menciptakan momen unik dan berkesan bagi kedua mempelai maupun para tamu undangan.

Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus selama tiga hari terakhir mengakibatkan sejumlah daerah terendam banjir.

Genangan air bahkan mencapai setinggi lutut orang dewasa di beberapa titik, termasuk akses menuju rumah mempelai perempuan di Desa Kesambi.

Meski demikian, prosesi akad nikah dan resepsi tetap digelar sesuai rencana.

Suasana tak lazim terlihat sejak para tamu undangan mulai berdatangan. Banyak pengunjung terpaksa melepas alas kaki, menggulung celana, hingga menyingsingkan busana gamis agar tidak basah saat melintasi genangan air.

Kendati harus berjalan di tengah banjir, para tamu tetap tampak ceria dan antusias menghadiri acara sakral tersebut.

Mempelai perempuan, Rahmatul Ummah Fitriyani, mengatakan keputusan untuk tetap melangsungkan pernikahan di rumah diambil karena banjir tidak sampai masuk ke dalam bangunan.

Menurutnya, meski kondisi di luar rumah cukup parah, hal itu tidak menghalangi niat baik untuk melangsungkan akad nikah.

“Air memang tinggi di luar, sampai lutut orang dewasa, tapi alhamdulillah tidak masuk ke rumah. Jadi kami memutuskan tetap melaksanakan pernikahan di sini,” ujar Rahmatul Ummah Fitriyani.

Sementara itu, mempelai laki-laki Firdaus mengaku tidak mempermasalahkan kondisi banjir yang melanda.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting dalam pernikahan adalah prosesi ijab kabul dapat terlaksana dengan lancar dan sah, disaksikan oleh keluarga serta kerabat terdekat.

“Yang penting ijab kabulnya berjalan lancar. Kami juga tetap mengajak keluarga dan kerabat yang hadir meskipun kondisinya banjir,” kata Firdaus.

Di sisi lain, sejumlah tamu undangan mengaku sempat terkejut saat tiba di lokasi dan melihat kondisi banjir di sekitar rumah mempelai. Namun, rasa kaget tersebut berubah menjadi pengalaman tersendiri yang dinilai unik dan menyenangkan.

“Awalnya kaget karena banjir, tapi setelah dijalani justru ada keseruannya. Baru kali ini kami menghadiri pernikahan di tengah banjir,” ungkap Aldira dan Widya, pengiring mempelai laki-laki.

Meski digelar dalam kondisi darurat akibat banjir, pernikahan pasangan Rahmatul Ummah Fitriyani dan Firdaus tetap berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan.

Momen tersebut pun menjadi kenangan tak terlupakan, sekaligus bukti bahwa kondisi alam tak selalu mampu menghalangi niat baik dan kebahagiaan sepasang pengantin. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :