KUDUS, ISKNEWS.COM – Semangat Urup Nguripi menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak, belajar, dan berkarya dengan memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sam’ani saat memimpin Apel Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (23/9/2026). Apel turut dihadiri Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton dan Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris.
Dalam sambutannya, Sam’ani menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda, pemangku kepentingan, dunia usaha, serta masyarakat yang selama ini turut menjaga sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan Kabupaten Kudus.
Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih tidak terlepas dari peran dan kerja bersama seluruh elemen. Karena itu, kebersamaan dan kondisi daerah yang kondusif perlu terus dipertahankan.
“Capaian yang telah kita raih merupakan hasil dari kerja bersama. Karena itu, kolaborasi dan sinergi seluruh elemen perlu terus kita jaga. Kondusivitas dan kerukunan menjadi modal penting agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sam’ani mengatakan, semangat Urup Nguripi perlu dimaknai sebagai dorongan bagi setiap pihak untuk memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang dan kemampuannya. Dengan demikian, pembangunan yang dijalankan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Semangat Urup Nguripi harus kita maknai sebagai dorongan untuk terus memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Kudus. Mari bersama-sama berkontribusi sesuai kemampuan kita, menjaga kebersamaan, dan melanjutkan pembangunan menuju Kudus yang sejahtera, harmoni, dan takwa,” tuturnya.
Selain menjadi momentum evaluasi pembangunan, Hari Jadi ke-477 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali sejarah dan jati diri Kabupaten Kudus.
Berdasarkan kajian rekonstruksi historis, Pemerintah Kabupaten Kudus akan mengarahkan perubahan Hari Jadi Kabupaten Kudus dari 23 September menjadi 23 Agustus mulai 2027. Rencana tersebut merujuk pada hasil kajian sejarah, termasuk pembacaan prasasti pada mihrab Masjid Al-Aqsha atau Masjid Menara Kudus yang bertarikh 19 Rajab 956 Hijriah dan dikonversi menjadi 23 Agustus 1549 Masehi.
“Perubahan ini menjadi upaya untuk semakin mendekatkan Hari Jadi dengan sejarah dan jati diri Kudus. Kami berkomitmen mengawal prosesnya sampai ditetapkan dalam regulasi daerah, sehingga memiliki landasan hukum yang kuat dan jelas,” kata Sam’ani.
Rangkaian Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus juga masih berlanjut dengan sejumlah agenda. Di antaranya Rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo dan Konser Musik Puncak Hari Jadi pada Sabtu (26/9/2026), serta Scooter Go Green Rolling Sareng 2026 pada Minggu (27/9/2026).
Sam’ani berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat serta menumbuhkan semangat bersama dalam melanjutkan pembangunan Kabupaten Kudus. (AS/YM)




