Warga Kudus Antusias Serbu Beras Murah di Polsek Jati

oleh -398 Dilihat
Kegiatan penjualan beras murah, dari Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan oleh kapolsek Jati. Minggu (10/8/2025). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Puluhan warga tampak antre rapi di halaman Polsek Jati sejak pagi.

Mereka rela datang lebih awal demi mendapatkan beras SPHP seharga Rp 11.500 per kilogram, yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.

Program ini menjadi angin segar di tengah mahalnya harga beras di Kudus dalam beberapa pekan terakhir.

Kegiatan penjualan beras murah ini merupakan tindak lanjut Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dicanangkan Polres Kudus sejak 7 Agustus 2025. Polsek Jati mulai melaksanakan program tersebut pada Minggu, 10 Agustus 2025, dengan menyediakan 200 kantong beras SPHP berisi 5 kilogram setiap hari.

Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, mengatakan bahwa program ini tidak hanya membantu meringankan beban warga, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian nyata Polri di tengah tekanan harga pangan.

Foto: Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo.

“Kami ingin hadir langsung membantu masyarakat. Dengan harga beras yang melonjak di pasaran, kami menghadirkan opsi yang lebih terjangkau dari Bulog,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Masyarakat yang ingin membeli cukup datang ke kantor Polsek terdekat dengan membawa KTP.

Setiap KTP hanya boleh membeli maksimal dua kantong beras atau setara 10 kilogram. Program ini akan berlangsung hingga 20 Agustus 2025, dan terbuka untuk seluruh warga Kabupaten Kudus.

Antusiasme warga terlihat dari cepatnya stok beras habis setiap hari. Banyak di antara mereka yang mengetahui informasi ini dari Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.

“Begitu dengar dari Pak Bhabin, saya langsung ke sini. Lumayan bisa hemat belanja bulanan,” kata Siti, warga Desa Ploso yang datang bersama tetangganya.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menegaskan bahwa GPM adalah bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan dan keamanan sosial.

“Jika kebutuhan pokok terpenuhi, potensi gangguan sosial dapat ditekan. Kami ingin masyarakat merasa aman, baik secara fisik maupun ekonomi,” tegasnya.

Program ini diharapkan terus berlanjut sebagai langkah konkret membantu masyarakat dan menekan gejolak harga pangan di daerah. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :