Warga Minto Basuki Diresahkan Beroperasinya Karaoke

oleh -1,270 kali dibaca

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Selang satu tahun ini, warga Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Pati diresahkan berdirinya tempat karaoke di sana. Meski sempat berkali-kali disegel, pengusaha karaoke tetap nekad membuka usahanya hingga saat ini.

“Berdirinya kurang lebih satu tahun lalu, kami sebagai masyarakat Desa Mintobasuki sangat resah dengan keadaan ini, apalagi lokasi karaoke tepat di depan masjid. Tidak hanya itu, juga dekat dengan sekolah, balai desa dan TPQ,” ungkap Ketua RT, Sismujani kepada awak media, Selasa (05/09/2017) siang.

Padahal, dalam Perda Pati Nomor 8 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, secara khusus mengatur keberadaan tempat karaoke. Termasuk ketentuan jarak tempat hiburan tersebut. Sesuai pasal 25 ayat (1) disebutkan, lokasi jenis usaha karaoke berjarak paling sedikit 1.000 meter dari tempat ibadah, sekolah, pemukiman, perkantoran dan/atau rumah sakit, kecuali karaoke sebagai fasilitas hotel berbintang.

Meski berkali-kali disegel, lanjut dia, pengusaha karaoke tetap membuka tempat usahanya itu. Terhitung, sudah kali tempat itu disegel, tetapi anehnya, bisnis karaoke di sana tetap berjalan.

“Penyegelan pertama itu, warga yang didominasi ibu-ibu datang ke lokasi dan membawa Sukalas pemilik karaoke ke balai desa untuk membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Ditambahkan, selang dua minggu karaoke kembali beroperasi. Tak lama, warga dan Satpol PP kembali menyegel tempat itu untuk yang kedua. Ketiga kalinya, karena masih nekad beroperasi, lokasi karaoke itu kembali ditutup oleh warga dengan bantuan Satpol PP dan aparat kepolisian.

“Setelah itu, pengusaha berdalih membuat warung makan dan kembali buka, tetapi yang kami sayangkan, bisnis karaokenya masih jalan. Padahal di Perda itu, yang boleh menyelenggarakan bisnis karaoke adalah hotel berbintang, lah ini kan warung,” terangnya.

Sementara itu, tokoh agama, Faizin mengungkapkan, pada malam takbir kemarin, pihak pengusaha masih membuka bisnisnya. Padahal, lokasinya berdekatan dengan masjid yang saat itu tengah mempersiapkan peribadatan esok paginya.

“Sangat meresahkan sekali warga sekitar lingkungan, masak saat kami mengumandangkan takbir, terdengar suara berisik dari tempat itu, belum lagi kendaraan tamu yang lalu lalang,” keluhnya.

Imbuh dia, karena pihaknya pernah menolak beroperasinya karaoke di wilayahnya, jalan desa yang berdekatan dengan rumah pemilik usaha karaoke di tutup. “Jalan itu kan bukan jalan pribadi, tapi ya kok di blokade oleh Sukalas, sehingga kami tidak bisa mengangkut hasil panen kami,” paparnya.

Tandas Faizin, pihak kepala desa seolah membiarkan blokade jalan tersebut. Juga, terkesan melakukan pembiaran beroperasinya karaoke di sana, padahal warga sangat meresahkan adanya tempat hiburan di lingkungannya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.