Warga Prambatan Lor Geger, Perempuan 63 Tahun Meninggal Diduga Sejak Tiga Hari

oleh -969 Dilihat

Kudus, isknews.com – Seorang perempuan lanjut usia warga Desa Prambatan Lor RT 04/02, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.50 WIB.

Korban diduga telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Korban diketahui bernama Sumarni (63). Penemuan jasadnya bermula saat seorang warga berinisial M (57), warga Desa Prambatan Lor, melihat seekor ayam masuk ke dalam rumah korban.

Karena pintu rumah korban yang sehari-hari dalam kondisi terbuka, saksi berinisiatif mengusir ayam tersebut.

Saat tiba di depan pintu rumah, saksi mendapati korban sudah dalam kondisi tergeletak di ruang tamu. Tubuh korban terlihat membiru kehijauan dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Saksi kemudian memanggil seorang warga lainnya berinisial N (61), warga Desa Prambatan Kidul, untuk memastikan kondisi tersebut. Setelah dicek bersama, korban dipastikan telah meninggal dunia.

Peristiwa itu segera dilaporkan kepada Ketua RT setempat, yang kemudian meneruskan laporan kepada Kepala Desa Prambatan Lor.

Informasi selanjutnya disampaikan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa, hingga Kapolsek Kaliwungu bersama anggota, tim Inafis dan Pamapta Polres Kudus, serta petugas Puskesmas Kaliwungu mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

Berdasarkan hasil identifikasi oleh tim medis Puskesmas Kaliwungu bersama Inafis Polres Kudus, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal dunia kurang lebih tiga hari sebelumnya. Korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes selama sekitar 10 tahun.

Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh tim Forum Relawan Penanggulangan Bencana Kudus (FRPB) bersama unsur relawan lainnya, seperti BAGANA, BKPB PP, Koramil Kaliwungu, Polsek Kaliwungu, serta Ambulance RAPI, dibantu warga sekitar.

Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Loekmono Hadi untuk dimandikan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga pada malam harinya.

Kepala Pelaksana BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi setelah menerima laporan dari pemerintah desa terkait penemuan korban.

“Begitu mendapat informasi, kami segera berkoordinasi dengan unsur terkait dan mengerahkan tim relawan untuk membantu proses evakuasi. Penanganan dilakukan sesuai prosedur dan alhamdulillah berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap warga sekitar, terutama lansia yang tinggal sendiri.

“Kami berharap warga saling memperhatikan. Jika ada tetangga yang tinggal sendiri dan jarang terlihat, sebaiknya segera dicek untuk memastikan kondisinya,” tambahnya.

Seluruh rangkaian kegiatan evakuasi hingga pemakaman berlangsung aman dan kondusif. (YM/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.