Wasit Kontroversial, Pertandingan Persijap Lawan Persibat Tak Selesai

oleh -1,476 kali dibaca
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Pertandingan antara tuan rumah Persijap Jepara melawan Persibat Batang tidak selesai akibat wasit dan perangkat pertandingan serta tim Persibat meninggalkan lapangan tanpa peluit panjang dibunyikan.
 
Pertandingan ini awalnya berjalan lambat dan tempo sedang – sedang saja, tim tamu Persibat Batang unggul lebih dulu lewat tendangan sudut lewat tendangan Hapidin pada menit ke 28. Tendangan sudut yang pelan dan berubah arah akibat terpaan angin tidak bisa ditepis kiper Persijap Amirul Kurniawan, skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
 
Pada babak kedua tuan rumah menyamakan lewat tendangan sepak pojok seperti gol Persibat dengan sudut yang sama lewat sepakan Tommy Oropka pada menit 51 memanfaatkan kemelut. Pada menit ke 63 juga Tommy Oropka menggadakan gol untuk kemenangan Persijap 2-1, ketinggalan 1-2 Persibat menaikkan tempo dan sedikit keras hingga akhirnya wasit menghadiahi kartu kuning buat Bagas Prabowo Prakoso menit 60 dan  Supriyono akibat menerjang Yudha Riski dari belakang pada menit ke 88.
 
Kemenangan 2- 1 bertahan sampai waktu normal, pada menit 94 munculkan keputusan kontroversial wasit, ketika Syarif Wijaya berebut bola dengan Ishak Djober, dan Jufri Usemahu membuang bola dengan menjatuhkan diri, bola dinyatakan keluar oleh hakim garis, namun tiba – tiba wasit mengejar Jufri Usemahu dengan memberi kartu kuning, sontak semua pemain Persijap bingung dan kaget. Protespun tak terelakkan.
 
Pertandingan belum bisa dilanjutkan akibat protes dari kubu Persijap, terjadi debat alot sampai akhirnya kubu Persijap menunjukkan hasil rekam Video. Dan wasit dan kubu Persijap masih berselisih paham dan sampai pukul 18.00 wasit belum bisa mengambil keputusan.
 
Dari kejadian ini belum ada keputusan, bahkan pada pukul 18.30 perangkat pertandingan meninggalkan Stadion kemudian disusul tim Persibat, kubu Persijap tetap bertahan di Stadion sambil menunggu peluit akhir ditiup wasit.
 
Menanggapi kejadian ini CEO Persijap Esti Puji Lestari mengaku kecewa dan menyesal. Menurutnya, tujuannya ikut kompetisi adalah untuk membuat suasana kompetisi sehat namun semua ini diciderai oleh oknum wasit, tim kami dicurangi mulai tandang di Banyumas meski kami menang 2-1. Tandang ke Batang juga seharusnya kami dapat dua penalti wasit tidak memberi, tandang ke Sleman kami juga dikerjai wasit di tambahan waktu, bahkan kami main dikandang lawan Persibas gol kami dianulir, pemain kami dilanggar dikotak penalti di anggap angin lalu, dan puncaknya tadi kami dihukum penalti , aneh dan lucu keputusan AW dan wasit berbeda.
 
“Kalaulah kami kalah dengan fair kami terima tapi nyatanya? Kami ingin berkompetisi yang sehat, kami juga patuh pada regulasi PSSI dan operator liga, rasa berat kalau berkompetisi seperti ini,” ujar Esti kecewa. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.