Waspada DBD Tanpa Keterlambatan, Tidak Boleh Jatuh Korban

oleh -943 kali dibaca

Pati- (01/03/2016) Wabah Tifoid dan DBD (demam berdarah) membuat masyarakat Kabupaten Pati mengalami rasa ketakutan yang ter’amat tinggi. Itu bisa kita lihat dari penuhnya ruangan rawat inap di hampir semua Puskesmas dan Rumah Sakit di wilayah Kabupaten Pati.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr.Edy Sulistyono saat di temui di ruanganya menjelaskan kepada isknews.com Lintas Pati mengatakan,

“wabah Tifoid dan DBD merupakan wabah nasional, jadi wabah penyakit ini terjadi hampir di seluruh wilayah di indonesia.”terangnya

Lebih lanjut Edi juga menambahkan,”saya berpesan agar masyarakat bisa hidup sehat dan bersih, karena wabah Tifoid atau yang biasa di sebut Typus itu disebabkan karena faktor makanan. Sedangkan DBD ( demam berdarah) di sebabkan oleh gigitan nyamuk dan kebersihan lingkungan sekitar rumah.” paparnya

Tak hanya itu Edi Sulistyono juga menjelaskan tentang cara pengobatan Tifoid atau Typus dan pencegahannya.”Dengan mendapatkan pengobatan secara tuntas harus di lakukam karena jika pengobatanya tidak tuntas dikhawatirkan orang yang pernah terkena Tifoid atau Typus bisa kambuh lagi ketika daya tahan tubuhnya menurun. Kemudian untuk DBD (demam berdarah) masyarakat kami himbau supaya mengantisipasinya dengan cara melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) yaitu dengan memeriksa tempat penampungan air dan tempat-tempat yang berpotensi di jadikan sarang nyamuk, jangan sedikit-sedikit minta di foging (penyemprotan), karena kalau terlalu sering di foging justru nyamuk itu akan semakin kebal.” terangnya.

Ditambahkan Edi sulistyono juga mengatakah bahwa ia sudah berpesan kepada setiap Rumah Sakit di seluruh Kabupaten Pati untuk memberikan pengobatan terbaik bagi pasien yang terkena DBD (demam berdarah),”Saya berpesan kepada Rs setiap ada kasus DB supaya memberikan pengobatan yang terbaik, karena pada intinya DB tanpa keterlambatan tidak boleh ada korban sampai meninggal dunia.” Pungkasnya kepada ISKNEWS.COM  

(wj)

KOMENTAR SEDULUR ISK :