Blora, isknews.com (Lintas Blora) -Masyarakat harus waspada terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah (DB). Terbuktî, jumlah penderita DB mengalami peningkatan dalam kurun waktu satu bulan. Hingga saat ini jumlah penderita mencapai 700 orang. Tercatat, Pada bulan Oktober jumlah penderita sebanyak 559 orang. Sedangkan Pada bulan November terdapat 141 orang penderita.
Jumlah orang yang meninggal akibat penyakit juga menunjukkan peningkatan. Jika Pada oktober làlu terdapat 8 orang meninggal dunia, Pada November ini bertambah 2 orang. Total terdapat 10 orang meninggal dunia dalam rentan waktu dua bulan.
Menurut Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Késehatan Blora, Lilik Hernanto, kondisi tersebut disebabkan telah berjalannya musim hujan dengan intensitas tinggi. Hingga menyisakan genangan-gênangan air baru yang digunakan nyamuk pembawa penyakit, berkembang biak. Dia mélanjutkan’ banyak masyarakat yang masih kurang sadar dan minim perhatian terhadap bahaya genangan air hujan.
“Musim hujan seperti ini, jumlah penderita biasanya semakin meningkat,” kata Lilik. Untuk itu dia meminta masyarakat waspada supaya tidak terjadi jatuh korban akibat penyakit Demam Berdarah.
Bertambahnya jumlah penderita baru, lanjut dia, tidak hanya dari desa atau tempat yang sudah menjadi endemis. Tetapi juga banyak dari luar desa endemis. Karena musim hujan seperti ini bukan hanya Desa-Desa endemis saja yang perlu diwaspadai tetapi juga dibeberapa desa non endemis harus juga waspada.
Lilik menghimbau, jika ditemukan gejala panas atau sakit apapun, segera dipériksakan di pusat kesehatan supaya tidak terjadi hal buruk. “Keinginan kita bersama jangan sampai korbanya bertambah,” ujarnya. (Ahmad Sampurno)






